Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Seleksi Siswa Baru Sekolah Rakyat Dibuka Februari 2026, Kemensos Siap Tampung 45 Ribu Siswa

Anggi Fridianto • Sabtu, 10 Januari 2026 | 09:06 WIB

RUTIN: Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRIT) 8 Jombang Jombang, Andik Minarto saat bersama siswa
RUTIN: Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRIT) 8 Jombang Jombang, Andik Minarto saat bersama siswa

Radarjombang.id - Kementerian Sosial mulai menggelar seleksi penerimaan siswa baru Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2026/2027 pada Februari 2026.

Proses seleksi digelar seiring pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di berbagai daerah di Indonesia.

“Persiapan mulai Februari kita akan berproses untuk seleksi siswa baru, ya SD, SMP, SMA. Jumlahnya tergantung gedung permanen yang mulai dibangun tahun ini,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat ditemui di Jakarta, Jumat.

Saifullah Yusuf menyebut, pada tahun ini pemerintah merencanakan pembangunan 104 gedung permanen Sekolah Rakyat. Pembangunan tersebut dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum.

Gedung permanen Sekolah Rakyat akan tersebar di hampir seluruh provinsi, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Salah satu lokasi pembangunan berada di Kabupaten Anambas, Kepulauan Riau.

Setiap Sekolah Rakyat permanen dirancang memiliki kapasitas sekitar 1.000 siswa. Daya tampung penerimaan siswa baru mencapai sekitar 300 orang per tahun untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

Dengan sekitar 100 sekolah yang diproyeksikan segera beroperasi, Kementerian Sosial memperkirakan penerimaan siswa baru mencapai 30 ribu orang per tahun.

Jumlah itu ditambah sekitar 15 ribu siswa dari unit Sekolah Rakyat yang telah berjalan.

Baca Juga: Proyek Sekolah Rakyat di Jombang Mulai Jalan, Ini Kontraktor Pelaksana dan Besaran Anggarannya

“Pada tahun berikutnya, 2027, kapasitas penerimaan siswa baru diproyeksikan meningkat hingga sekitar 60 ribu siswa seiring bertambahnya jumlah sekolah yang beroperasi,” cetusnya.

Sekolah Rakyat menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Program ini bertujuan memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dengan tingkat kesejahteraan terendah, Desil 1–4, dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Program Sekolah Rakyat dirancang sebagai model pengentasan kemiskinan terpadu.

Pelaksanaannya memadukan berbagai program unggulan pemerintah, seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), jaminan kesehatan PBI-JK, Koperasi Desa Merah Putih, serta Program 3 Juta Rumah bagi keluarga siswa penerima manfaat.

Data Kementerian Sosial mencatat, pada tahun 2025 telah dibangun 166 titik Sekolah Rakyat rintisan dengan kapasitas sekitar 16 ribu siswa.

Program ini didukung 2.400 guru serta lebih dari 4.000 tenaga kependidikan di jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat.


Baca Juga: 10 Warga Tunggorono Bersedia Lepas Lahan untuk Sekolah Rakyat, Dinsos Jombang: Pembayaran Segera Direalisasikan

Kementerian Sosial memastikan seluruh Sekolah Rakyat dilengkapi fasilitas teknologi pembelajaran modern.

Fasilitas tersebut meliputi papan interaktif digital, laptop dengan akses jaringan internet, serta seragam khusus bagi siswa, guru, dan wali asrama.

Pada tahap awal, 166 Sekolah Rakyat rintisan masih memanfaatkan fasilitas milik Kementerian Sosial, Balai Latihan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, serta fasilitas pemerintah daerah.

Selanjutnya, pemerintah membangun gedung Sekolah Rakyat permanen dengan lahan yang disiapkan pemerintah daerah. (ang)

Editor : Anggi Fridianto
#kemensos #siswa #seleksi #2026 #Siswa Sekolah Rakyat #Sekolah Rakyat #syarat