Radarjombang.id – Jumlah kematian akibat kecelakaan lalu lintas di Jombang mengalami kenaikan setahun terakhir.
Pada 2024 terjadi 1.116 kecelakaan dengan kematian 239 orang.
Namun pada 2025 terjadi 928 kecelakaan dengan kematian 249 orang. ’’Angka kematiannya naik 4,18 persen,’’ kata Kepala Satlantas Polres Jombang, Iptu Rita Puspitasari, (3/1).
Korban luka maupun kerugian materil juga meningkat. Pada 2024 korban luka berat lima orang, luka ringan 1.863 orang dan kerugian materiil Rp1.620.400.000.
Sedangkan pada 2025 luka berat 10 orang dan luka ringan 2.002. Serta kerugian materil Rp 2.179.645.750.
Ada banyak faktor yang memicu laka lantas di Jombang. Mulai dari faktor alam, jalan, kendaraan, pengemudi atau pengendara hingga teknologi.
Namun, paling banyak disebabkan karena pengemudi yang mengawali dengan pelanggaran.
’’Bisa karena pengemudi ugal-ugalan, hilang kesadaran karena mengantuk (kelelahan), tidak konsentrasi atau pelanggaran lalu lintas lain yang menyebabkan kecelakaan,’’ tandas perempuan yang mulai bergabung dengan kepolisian pada 2002, silam ini.
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menambahkan, kepolisian terus berupaya menekan kasus laka lantas, khususnya melibatkan anak-anak muda. Upaya itu dengan rutin melakukan sosialisasi dan edukasi keselamatan dan tertib berlalulintas di sekolah maupun pondok pesantren.
’’Di berbagai kesempatan, kami selalu mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada di jalan raya. Jangan sampai menjadi korban lakalantas, terlebih sebagai pelaku. Keselamatan paling utama dalam berkendara,’’ tegasnya. (riz/jif)
Editor : Anggi Fridianto