Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Bupati Jombang Ungkap Capaian Akhir Tahun: Stunting Menurun, Pengangguran Berkurang 3.100 Orang

Anggi Fridianto • Jumat, 2 Januari 2026 | 06:05 WIB
   BERI PENJELASAN: Bupati Jombang Warsubi memberi penjelasan kepada wartawan kemarin (30/12).   
  BERI PENJELASAN: Bupati Jombang Warsubi memberi penjelasan kepada wartawan kemarin (30/12).  

Radarjombang.id – Bupati Jombang Warsubi menilai kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) sepanjang 2025 memuaskan.

Penilaian tersebut didasarkan pada sejumlah indikator pembangunan yang menunjukkan tren positif, mulai penurunan stunting dan kemiskinan hingga pertumbuhan investasi.

Pembangunan 2026 diarahkan pada penguatan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat.

Warsubi menyebut angka stunting di Kabupaten Jombang turun dari 4,2 persen menjadi 3,6 persen.

Selain itu, kemiskinan ekstrem telah berhasil ditekan hingga nol.

”Alhamdulillah kinerja OPD memuaskan. Angka kemiskinan ekstrem sudah tidak ada, angka kemiskinan secara umum juga mulai menurun. Tingkat pengangguran ikut mengalami penurunan signifikan,’’ ujar dia,Selasa (30/12).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Jombang pada akhir 2024 tercatat 28.738 orang.

Pada akhir 2025, angka tersebut turun menjadi 25.686 orang atau berkurang sekitar 3.100 orang. Capaian itu disebut sebagai hasil kerja maksimal jajaran OPD.

Selain sektor sosial, pembangunan infrastruktur juga menjadi perhatian. Warsubi menyampaikan alokasi anggaran infrastruktur pada 2025 menjadi yang terbesar.

Sejumlah ruas jalan rusak telah masuk perencanaan dan penganggaran, dengan pelaksanaan berlanjut pada 2026.

Ia juga meminta masyarakat melaporkan kondisi jalan yang masih rusak agar dapat ditangani melalui mekanisme anggaran perubahan atau perbaikan awal.

Di sisi lain, pembangunan desa tetap menjadi prioritas. Warsubi menyebut sebagian besar fiskal daerah dialokasikan ke desa.

”Ya pasti, otomatis. Anggaran kita ini alhamdulillah kita bawa ke desa. Setiap desa menerima anggaran antara Rp 800 juta hingga Rp 1 miliar, disesuaikan dengan luas wilayah, jumlah penduduk, dan jumlah dusun.

Dana tersebut digunakan untuk infrastruktur desa, kegiatan kemasyarakatan, keagamaan, hingga insentif RT,’’ papar dia didampingi Sekdakab Jombang Agus Purnomo.

Dari sektor investasi, realisasi investasi Kabupaten Jombang juga menunjukkan kinerja positif. Hingga triwulan III 2025, total nilai investasi mencapai Rp 1,85 triliun.

Capaian tersebut berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN), penanaman modal asing (PMA), serta sektor mikro dan usaha kecil (UMK).

Data DPMPTSP Jombang mencatat, PMDN menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp 956,21 miliar. PMA tercatat Rp 412,68 miliar, sementara sektor mikro dan UMK menyumbang Rp 482,90 miliar.

”Fokus pembangunan 2026 diarahkan pada penguatan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat,’’ pungkasnya. (ang/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Warsubi #Angka Stunting #Kinerja OPD #Jombang #angka kemiskinan #turun #Memuaskan #Bupati #tutup tahun #angka pengangguran