Radarjombang.id – Angin kencang disertai hujan deras menerjang Dusun Carangrejo, Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Minggu (28/12) sore.
Peristiwa itu mengakibatkan belasan rumah warga mengalami kerusakan, mulai ringan hingga parah.
Daru data yang dihimpun, cuaca ekstrem itu terjadi sekitar pukul 15.30. Langit di wilayah Kesamben mendadak gelap disertai hujan deras.
Lima menit berselang, angin kencang berputar dan menyapu permukiman warga.
“Cuaca tiba-tiba berubah, hujan deras lalu angin kencang. Angin berputar cukup kuat,” ujar Kapolsek Kesamben Iptu Niswan.
Angin tersebut menerbangkan atap rumah milik warga hingga terlepas seluruhnya. Material atap kemudian jatuh dan menimpa rumah lain. Sebagian atap bahkan tersangkut di bangunan pertokoan Indomaret di sekitar lokasi.
“Salah satunya atap rumah Gatot terangkat semua, ada juga yang jatuh ke rumah warga lain, sebagian nyangkut di pertokoan,” katanya.
Data di lapangan mencatat sedikitnya 15 bangunan terdampak. Kerusakan parah dialami rumah Gatot, Purwati, Kasmo, Muhadi, Imam S, kandang milik Maksun, warung Tinah, serta rumah Abdul Manaf. Kerusakan ringan terjadi pada rumah Mambang, Sumarji, Panari,
Bambang, Sapa’ah, Ponirin, dan Rohmad, yang mayoritas pada bagian atap dan genting.
“Tidak ada korban jiwa, kerusakan didominasi bagian atap rumah,” tambahnya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang melakukan kaji
cepat pada Minggu petang. Kalaksa BPBD Jombang Wiku Birawa Felipe Dias Quintas menyebut, hasil pendataan menunjukkan kerusakan dengan tingkat sedang dan ringan.
“Hasil kaji cepat kami, satu rumah rusak sedang dan tiga rumah rusak ringan,” kata Wiku. “Kerusakan semuanya di bagian atap,” jelasnya.
Menurut Wiku, kerusakan sedang meliputi atap rumah pada ruang tengah, kamar tidur, ruang tamu, dapur, tempat ibadah, hingga kamar mandi dengan luasan sekitar 7×7 meter. Sedangkan kerusakan ringan terjadi pada beberapa rumah di bagian ruang tamu, kamar tidur, dapur, dan ruang tengah.
“Kaji cepat dilakukan pukul 18.00 WIB,” ujarnya. “Fokus kami pada tingkat kerusakan dan kebutuhan mendesak warga,” lanjut Wiku.
BPBD Jombang juga menyiapkan rencana tindak lanjut berupa bantuan material bangunan dan logistik. Bantuan akan diberikan kepada Gatot, Purwati, Kasmo, dan Abdul Manaf, berupa spandek, asbes, kayu blandar, serta terpal.
“Kebutuhan mendesak sudah kami salurkan,” pungkas Wiku. “Terpal, logistik siap saji, dan tambahan gizi sudah diberikan.”
Aparat kepolisian bersama pemerintah desa dan BPBD Jombang terus berkoordinasi untuk pendataan lanjutan dan penanganan dampak bencana, sambil memastikan situasi di lokasi tetap aman dan kondusif. (riz)
Editor : Anggi Fridianto