Radarjombangid – Tingginya kebutuhan pupuk di kalangan petani membuat Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Jombang bersiap mengajukan tambahan alokasi pupuk NPK ke pemerintah pusat.
Pengajuan ini dilakukan menyusul serapan pupuk NPK yang nyaris habis menjelang akhir tahun 2025.
Berdasarkan data penyaluran per pertengahan Desember 2025, realisasi pupuk NPK di Kabupaten Jombang telah mencapai 96 persen.
Dari total kuota sebesar 22.724 ton, sebanyak 21.815,04 ton telah tersalurkan ke petani. Tingginya angka serapan ini mencerminkan meningkatnya aktivitas tanam sekaligus ketergantungan petani terhadap pupuk bersubsidi.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Moch Rony melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian, Eko Purwanto, mengatakan pihaknya tidak ingin kondisi serapan yang tinggi berujung pada kelangkaan pupuk di lapangan.
Oleh karena itu, Disperta mengambil langkah antisipatif dengan menyiapkan pengajuan tambahan kuota pupuk NPK sekitar 90 ton. ”Serapan pupuk NPK saat ini sudah hampir habis. Untuk mengamankan kebutuhan petani hingga akhir tahun, kami berencana mengajukan tambahan sekitar 90 ton ke pemerintah pusat,” ujar Eko.
Ia menjelaskan, mekanisme pengajuan tambahan kuota memungkinkan dilakukan melalui sistem redistribusi.
Artinya, tambahan alokasi tersebut dapat diperoleh dari kabupaten atau daerah lain yang realisasi serapan pupuknya masih rendah atau belum maksimal. ”Jika ada daerah lain yang belum menyerap alokasinya, kami akan menyampaikan usulan agar kuota tersebut bisa dialihkan ke Jombang,” jelasnya.
Eko menambahkan, secara umum realisasi penyaluran pupuk subsidi di Kabupaten Jombang sudah berada di kisaran 90 persen.
Selain NPK, pupuk Urea juga mencatat serapan tinggi, yakni 23.163,14 ton atau sekitar 91 persen dari total alokasi 25.454 ton. Kondisi ini menunjukkan kebutuhan sarana produksi pertanian di Jombang terus meningkat, seiring intensitas musim tanam yang cukup padat.
Sementara itu, beberapa jenis pupuk lain masih memiliki sisa kuota. Pupuk ZA baru terserap 77 persen dari alokasi 440 ton.
Pupuk NPK Formula Khusus (Kakao) tercatat terserap 59 persen dari kuota 11 ton. ”Sedangkan pupuk organik telah tersalurkan sekitar 74 persen dari total alokasi 14.243 ton,” pungkasnya.(yan/naz)
Editor : Anggi Fridianto