Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Sambut Program MBG, Gagasan Pasar Induk Sayur dan Buah Menguat di Jombang

Anggi Fridianto • Minggu, 28 Desember 2025 | 20:29 WIB

Pertemuan dengan Kepala BRIDA (Badan Riset dan Inovasi Daerah) Provinsi Jawa Timur Dr.Andriyanto dan Tim
Pertemuan dengan Kepala BRIDA (Badan Riset dan Inovasi Daerah) Provinsi Jawa Timur Dr.Andriyanto dan Tim

Radarjombang.id – Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berbicara soal dapur dan distribusi makanan.

Di baliknya, ada kebutuhan besar akan pasokan sayur dan buah yang berkelanjutan.

Dari sinilah gagasan menghadirkan pasar induk sayur dan buah di Jombang mulai mengemuka.

Tokoh masyarakat Jombang sekaligus praktisi bisnis hortikultura, Yusron Aminulloh, menilai keberadaan pasar induk menjadi kebutuhan mendesak.

Terlebih, kebutuhan sayur dan buah untuk mendukung program MBG jumlahnya sangat besar.

" Karena kebutuhan sayur dan buah untuk program MBG melimpah, sudah seharusnya kota Jombang wajib menghadirkan pasar sayur dan buah," tegas Yusron, Selasa (24/12) petang.

Saat ini, Jombang diproyeksikan memiliki sekitar 170 dapur MBG. Kondisi tersebut, menurut Yusron, tidak bisa terus mengandalkan pasokan dari pasar induk Pare. Dalam jangka panjang, potensi kekurangan pasokan sangat mungkin terjadi.

Kebutuhan 170 dapur MBG di Jombang, --meski belum berdiri semua- tidak bisa andalkan pasar induk Pare, jangka panjang pasti akan kekurangan. Info pengelola dapur, sekarang saya sudah rebutan sayur dan buah, apalagi kedepan.

Baca Juga: Wamendagri Sambut Lahirnya Akademi Buah Nusantara di Jombang, Ini Pesannya

Gagasan pasar induk ini juga sudah disampaikan Yusron dalam diskusi bersama Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang. Bahkan, ia telah mengusulkan beberapa lokasi strategis yang dinilai potensial.

" Saya sudah sampaikan pemikiran ini saat diskusi dengan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang Drs. Suwignyo, MM. Saatnya Jombang siapkan pasar induk, bahkan saya menyebut pasar induk bisa di Mojoagung atau Tembelang," tegas Yusron Direktur PT Sinergi Berkah Alami ini.

Lebih jauh, pasar induk sayur dan buah juga diyakini mampu menjadi penopang ekonomi petani lokal. Selama ini, sebagian petani masih ragu meningkatkan produksi karena khawatir hasil panen tidak terserap pasar.

" Dalam kesempatan silaturahmi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Muhammad Rony S.P., MM saya juga ajak diskusi soal potensi sayur dan buah di Jombang. Beliau respon positif, dan petani Jombang siap, kata pak Rony," tambah Yusron yang juga salah satu pendiri Akademi Buah Nusantara (ABN).

Baca Juga: Akademi Buah Nusantara (ABN) Jalin MoU dengan UPN Jawa Timur, Ini Tujuannya

Upaya tersebut bahkan sudah meluas hingga tingkat provinsi. Yusron mengaku telah bertemu Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Timur untuk membahas pemetaan potensi sayur dan buah, khususnya di Jombang dan kawasan sekitarnya.

" Kepala BRIDA (Badan Riset dan Inovasi Daerah) Provinsi Jawa Timur Dr.Andriyanto menyambut hangat gagasan memetakan potensi lahan dan petani sayur di Jombang," tegasnya.

Dukungan pun mulai diwujudkan melalui pengiriman tim awal yang terdiri dari sejumlah profesor dan ahli ke wilayah Wonosalam.

" Kita siap sinergi untuk pemetaan potensi. Sekaligus kami siap mendukung gagasan kebun Riset di Wonosalam, " tegas Dr Adriyanto.

Di sisi lain, Yusron juga mendorong keterlibatan Koperasi Merah Putih dalam mewujudkan pasar induk tersebut. Menurutnya, peran pemerintah daerah cukup melalui regulasi dan sinergi lintas sektor.

" Pemkab tanpa harus keluarkan anggaran untuk wujudkan ini. Cukup atur regulasi dan gandeng pihak swasta untuk mewujudkan. Bahkan Koperasi Merah Putih kalau perlu dilibatkan langsung. Ini kerjaan dan bisnis langsung dan kongkrit," tambahnya.

Bagi Yusron, gagasan pasar induk sayur dan buah sejatinya tinggal menunggu keberanian untuk direalisasikan.

Masalahnya hanya satu kemauan dan keberanian mewujudkan

Editor : Anggi Fridianto
#BGN #Yusron Aminulloh #program mbg #Jombang #Sayur dan buah #pasar induk #Akademi Buah Nusantara