Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Hari Ibu, Ketua TP PKK Jombang Yuliati Nugrahani Tekankan Peran Ibu dalam Keluarga dan Pembangunan

Wenny Rosalina • Senin, 22 Desember 2025 | 15:25 WIB
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi

Pembangunan baik keluarga dan negara tidak lepas dari peran ibu. Begitu menurut Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi.

Ia mengatakan peringatan Hari Ibu merupakan momentum penting untuk menghormati peran ibu, baik dalam lingkup keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikan Yuliati di sela kegiatan Final Apresiasi Mengarsir Mamamia hasil kerja sama Jawa Pos Radar Jombang dan Himpaudi Kabupaten Jombang, yang digelar di Pendopo Kabupaten Jombang, Sabtu (20/12).

Istri Bupati Jombang Warsubi itu menuturkan, Hari Ibu tidak hanya menjadi bentuk penghargaan kepada sosok ibu, tetapi juga pengingat akan peran besar perempuan sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga kini dalam mendukung pembangunan melalui kolaborasi dengan pemerintah.

”Ini momen untuk menghormati ibu dalam keluarga dan masyarakat, sekaligus mengingat bahwa peran perempuan sangat besar dalam kemerdekaan dan pembangunan, terutama melalui kolaborasi dengan pemerintah,” ujarnya.

Ibu yang dikaruniai empat anak mengungkapkan bahwa pendidikan dalam keluarga menjadi fondasi utama. Ia menekankan pentingnya pendidikan agama, kedisiplinan, kejujuran, serta adab dan sopan santun dalam mendidik anak. ”Mendidik anak-anak tentu kami landasi dengan agama, belajar mengaji, sholat, kedisiplinan dan kejujuran. Setinggi apa pun pendidikan anak, adab harus dijunjung tinggi karena itu bagian dari nilai-nilai sebagai seorang muslim,” tuturnya.

Perempuan kelahiran Jombang, 5 Juli 1970, putri pertama dari pasangan Sumiatun dan Soewarno tersebut juga menyampaikan harapannya kepada para ibu di Kabupaten Jombang agar menyadari peran strategisnya sebagai madrasah pertama bagi anak-anak.

Ia mengajak para ibu untuk bijak dalam mendampingi tumbuh kembang anak, termasuk membatasi penggunaan gawai dan mengalihkannya ke kegiatan yang lebih edukatif dan kreatif. ”Kita batasi gadget, supaya anak-anak bisa dialihkan dengan bekal agama, kegiatan membaca dan menulis, seperti mengarsir hari ini, serta bermain permainan tradisional dan kegiatan positif lainnya,” katanya.

Melalui peringatan Hari Ibu dan kegiatan apresiasi anak usia dini tersebut, Yuliati berharap para ibu semakin berperan aktif dalam mencetak generasi yang berkarakter, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan. 

Menjaga Nilai, Mendorong Perempuan Aktif dan Berdaya

Bagi Yuliati Nugrahani Warsubi, menjadi perempuan hari ini bukan lagi soal berada di belakang atau di depan, melainkan hadir di tengah kehidupan masyarakat. Di sanalah peran perempuan menemukan maknanya.

Bersentuhan langsung dengan realitas sehari-hari, dari urusan gizi anak, pendidikan keluarga, kesehatan lingkungan, hingga ketahanan sosial.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak semata diukur dari kokohnya infrastruktur yang berdiri, tetapi dari kualitas manusia yang tumbuh di dalamnya. Dalam konteks itulah perempuan mengambil peran strategis.

”Perempuan menjadi penggerak yang bekerja senyap namun berdampak luas, membangun fondasi kehidupan dari unit terkecil bernama keluarga,” ungkapnya.

Sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Jombang, Yuliati memaknai dukungan terhadap suami bukan sekadar pendampingan formal, melainkan kemitraan nilai dan visi.

Support seorang istri, baginya, bukan tentang tampil di panggung yang sama, tetapi memastikan rumah tetap menjadi ruang yang menenangkan, tempat nilai-nilai dijaga, dan keputusan besar selalu berakar pada nurani. Karier suami adalah amanah bersama yang harus dijalani dengan keseimbangan antara tanggung jawab publik dan keutuhan keluarga.

Dalam kerja-kerja TP PKK, Yuliati mendorong perempuan Jombang untuk tidak hanya aktif, tetapi juga mandiri dan berdaya. Program-program PKK diarahkan pada penguatan kapasitas perempuan, mulai dari pemberdayaan ekonomi keluarga, pengembangan keterampilan usaha kecil, literasi kesehatan dan gizi, hingga penguatan peran ibu dalam pendidikan karakter anak. ”Agar perempuan tidak bergantung, tetapi mampu mengambil keputusan bagi dirinya dan keluarganya, serta berkontribusi nyata bagi lingkungan sekitar,” jelasnya.

Nilai-nilai tersebut berakar kuat dari perjalanan hidup yang ia jalani sejak kecil.

Yuliati dibesarkan dalam keluarga yang taat beragama, yang menanamkan bahwa ilmu kehidupan selalu berjalan seiring dengan nilai keimanan. Pendidikan karakter menjadi fondasi utama.

Tentang kejujuran, kesederhanaan, tanggung jawab, dan keberanian untuk berbuat benar meski tidak selalu mudah.

Dari rumah itulah ia belajar bahwa menjadi perempuan bukan tentang meninggikan suara, melainkan meneguhkan sikap.

Perjalanan pendidikannya dimulai dari SDN Mojokrapak 2, kemudian melanjutkan ke SMPN 1 Tembelang, dan menamatkan pendidikan menengah di SMA PGRI 1 Jombang.

Bekal pendidikan dan nilai keluarga tersebut menjadi dasar pengabdiannya hingga kini.

Bagi Yuliati Nugrahani Warsubi, peran perempuan adalah tentang keteguhan yang sunyi namun berdampak membangun dari keluarga, menguatkan dari komunitas, dan menjaga nilai agar pembangunan daerah tetap berpihak pada manusia. (wen/naz)

Editor : Anggi Fridianto
#Warsubi #hari ibu #Ketua TP PKK #Jombang #yuliati