Radarjombang.id – Kabar penghapusan muatan lokal (mulok) yang membuat pembimbing resah menuai tanggapan Sekdakab Jombang, Agus Purnomo.
Dia memastikan mulok tetap ada tahun depan. ’’Tidak ada penghapusan, mulok tetap dilanjutkan,’’ katanya saat wisuda tahfiz juz 30 di Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang, Selasa (9/12).
Ia juga menegaskan, anggaran untuk honor pembimbing mulok keagamaan dan diniyah yang belum diangkat sebagai PPPK paruh waktu sudah dialokasikan di Anggaran Pendapatan dan Belanjda Daerah (APBD) 2026.
’’Anggaran sudah disiapkan untuk pembimbing mulok yang belum diangkat PPPK paruh waktu. Tetap jalan, mulok tahun 2026 tetap ada,’’ tegasnya.
Ia melihat perubahan karakter yang besar setelah ada mulok di Jombang. Salah satunya, melahirkan lebih dari 5.600 siswa SD/MI yang hafal juz 30. Ini merupakan dampak positif dari adanya program mulok.
’’Ini (wisuda tahfiz juz 30) salah satu hasil dari mulok,’’ jelasnya.
Mulok yang terus berjalan diharapkan dapat mewujudkan harapan orang tua untuk mencetak anak-anak yang berkarakter. ’’Guna mencetak anak-anak berkarakter, salah satu upayanya yaitu mempertahankan mulok,’’ ungkapnya.
Sebelumnya, para pembimbing muatan lokal (mulok) keagamaan dan diniyah resah mendengar kabar mulok bakal dihapus. Penghapusan mulok bakal menyebabkan para pembimbing terancam kehilangan pekerjaan. ’’Harapan kami mulok tidak dihapus,’’ kata Koordinator Pembimbing Mulok Keagamaan Islam SD Kabupaten Jombang, Ismawan.
Ada banyak hal yang menurutnya sangat disayangkan jika mulok betul-betul dihapus. Pertama, nasib pembimbing yang belum diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Pekerjaannya terancam hilang.
’’Harapan kita, yang belum diangkat menjadi PPPK paruh waktu tetap bisa bekerja di sekolah tersebut,’’ ucapnya.
Kedua, mulok menjadi daya tarik sendiri bagi SD negeri. Ismawan kemudian membandingkan karakter siswa sebelum dan sesudah ada mulok. Mulai dari tutur kata yang kini makin baik. Siswa yang tadinya tidak bisa baca tulis Alquran juga mulai bisa baca tulis Alquran setelah ada mulok.
’’Penanaman karakter pada anak melalui mulok sangat bagus. Dulu omongan anak-anak itu kasar, sekarang bisa lebih baik. Bahkan banyak anak yang hafal juz 30 setelah ada mulok,’’ urainya. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto