JOMBANG – Kabar baik datang bagi petani di Kabupaten Jombang. Pemerintah pusat kembali mengirim tambahan pupuk subsidi jenis NPK untuk kebutuhan musim tanam. Tahun 2025 ini, Jombang menerima tambahan alokasi sebanyak 1.000 ton, dan proses distribusi ke petani segera dilakukan.
Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang M. Rony melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian, Eko Purwanto, membenarkan tambahan alokasi tersebut. Meski demikian, jumlah yang turun tidak sebesar informasi awal.
”Benar, tambahan NPK sudah keluar. SK yang kami terima dari pusat hanya 1.000 ton, tidak jadi 1.700 ton,” katanya.
Setelah SK pusat keluar, penyusunan SK lanjutan di tingkat daerah juga sedang diproses. ”Jadi setelah itu akan ada SK. Sekarang menggunakan SK kepala dinas,” ujarnya.
Menurut Eko, tambahan NPK subsidi ini tidak hanya diterima Jombang, namun juga kabupaten lain di seluruh Jawa Timur. Untuk sasaran distribusinya, Eko memastikan pembagiannya akan menjangkau seluruh petani.
”Rencana pembagiannya belum ketemu, tetapi akan dibagikan ke semua petani. Kecuali di kecamatan yang stoknya masih banyak, seperti di Kabuh dan Wonosalam. Di dua kecamatan itu bisa dimaksimalkan stok yang ada dulu. Setelah itu baru distribusi ke petani di kecamatan lain,” jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, penyaluran pupuk subsidi di Jombang menjelang akhir tahun menunjukkan progres signifikan.
Dari total alokasi 62.872 ton, sudah tersalurkan 53.649 ton atau 85,34 persen. Berdasarkan data Disperta Jombang, alokasi pupuk Urea sebesar 25.454 ton dengan realisasi 23.088 ton atau 90,70 persen.
Pupuk NPK alokasi 22.724 ton, realisasi 20.447 ton atau 89,96 persen. Pupuk NPK Kakao alokasi 11 ton, realisasi 5 ton atau 45,45 persen. Pupuk Organik alokasi 14.243 ton, realisasi 9.859 ton atau 69,23 persen. Sementara pupuk ZA memiliki alokasi 440 ton dengan realisasi 250 ton. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto