Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Renungan Minggu 273: Tetap Tegar di Masa Sukar karena Tuhan Menopang

Rojiful Mamduh • Minggu, 7 Desember 2025 | 14:55 WIB
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan Jombang Pdt Petrus Harianto STh
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan Jombang Pdt Petrus Harianto STh

RadarJombang.id - Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik tentang pentingnya tetap tegar di masa sukar karena Tuhan menopang.

’’Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan,’’ tuturnya mengutip Yesaya 41:10.

Bayangkan sebuah pohon besar di tepi bukit. Setiap musim hujan, angin kencang menghantamnya, mengguncang ranting, menggeser tanah di sekitarnya.

Dari jauh, kita mungkin mengira pohon itu akan tumbang. Tetapi setiap tahun, ia tetap berdiri, bahkan menjadi semakin kokoh.

Mengapa? Karena akarnya semakin dalam untuk mencari air, mencari kekuatan, hingga menembus batuan di bawah tanah.

Demikian pula dengan hidup kita. Masa sukar adalah angin badai yang menggoyangkan ’’ranting’’ hati, tetapi justru mendorong akar iman semakin dalam.

Di tengah masa sukar, ketika hati terasa rapuh dan kekuatan seakan memudar, ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah jauh.

Kadang Ia mengizinkan badai datang bukan untuk menjatuhkan. Tetapi untuk menuntun kita kembali pada pelukan-Nya, tempat segala resah menemukan damai.

Yesaya 41:10 menegaskan, Tuhan memegang tangan kita dan berkata, ’’Jangan takut, Aku menyertaimu.’’

Ia tidak hanya melihat pergumulan kita, tetapi berjanji menopang dengan tangan-Nya yang kuat.

Janji ini bukan hanya untuk masa lalu, tetapi tetap berlaku hari ini. Jangan takut bila jalan tampak gelap. Tuhan berjalan di depanmu, menerangi setapak demi setapak.

Ia tidak meminta kita memahami semua rencana-Nya, cukup percaya bahwa kasih-Nya tidak pernah gagal.

Seperti seorang ayah yang menggandeng tangan anaknya menyeberangi jalan yang ramai, kehadiran-Nya membuat kita tetap berani meski situasi tampak menakutkan.

Setiap ujian membawa maksud yang lebih besar daripada yang kita bayangkan.

Justru hal itu akan mendewasakan iman, memurnikan hati, dan membawa kita makin mendekat pada-Nya.

Peganglah janji-Nya: bahwa Ia adalah tempat perlindungan pada hari kesesakan, penolong yang selalu siap ketika kita berseru. Ketika kita merasa sendirian, sebenarnya Tuhan sedang memeluk lebih erat.

Ketika kita merasa terjatuh, Ia menegakkan kita dengan kasih yang tak tergoyahkan. Kita bisa goyah, tetapi tidak akan tumbang selama kita berakar pada Tuhan.

Badai mungkin belum berhenti hari ini, tetapi Tuhan sedang menumbuhkan kita, mengokohkan iman, dan menuntun kita menuju hari di mana kita bisa berkata: ’’Aku tetap berdiri bukan karena aku kuat, tetapi karena Tuhan menopangku.’’

’’Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/naz)

Editor : Achmad RW
#GPdI House of Prayer Sawahan #tegar #masa #Sukar #Renungan Minggu