Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Resmi! Haji dan Umrah Kini di Bawah Kementerian Baru, Ratusan Pejabat Dilantik Termasuk Jombang

Anggi Fridianto • Minggu, 30 November 2025 | 15:01 WIB

 

   VERIFIKASI BERKAS: Para calon jemaah haji asal Jombang melakukan verifikasi berkas di kantor Kemenag Jombang, Jumat (21/11).      
  VERIFIKASI BERKAS: Para calon jemaah haji asal Jombang melakukan verifikasi berkas di kantor Kemenag Jombang, Jumat (21/11).    

Radarjombang.id - Urusan penyelenggaraan haji dan umrah yang dulu ikut Kemenag kini resmi berada di bawah naungan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.

Dinamika baru ini menghadirkan sejumlah pembaruan signifikan, termasuk pelantikan ratusan pejabat vertikal setingkat kepala kantor hingga perubahan skema persiapan keberangkatan jamaah haji tahun 2026.

Menteri Haji dan Umrah Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, menyampaikan proses penguatan internal kini sudah hampir tuntas.

“Alhamdulillah, setelah kemarin melantik pejabat eselon satu, dua, tiga, empat. Kemarin kami melantik pejabat vertikal tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Insya Allah ini akan semakin memperlancar persiapan jamaah haji 2026,” ujarnya ditemui saat pulang kampung ke Tebuireng kemarin (29/11).

Menurut Irfan, hampir 400 pejabat vertikal dilantik dalam agenda pagi itu. Beberapa di antaranya sudah definitif, sementara lainnya masih belum definitif sesuai syarat usia dan kepangkatan.

Ia menyebut, para pejabat ini memegang peran penting, terutama dalam mengoordinasikan persiapan jamaah di daerah.

“Tugas mereka memastikan seluruh proses berjalan: mulai dari pendataan, pemeriksaan kesehatan (MCU), hingga pelunasan biaya BPIH,” terangnya.

Selain itu, tahun ini, Kementerian Haji dan Umrah memperkenalkan dua embarkasi baru, yakni Banten dan Jogja. Embarkasi Jogja menjadi perhatian karena menjadi pilot project menggunakan hotel sebagai pengganti asrama haji.

“Ini baru uji coba. Kalau berjalan baik, bisa jadi percontohan nasional. Jadi tidak perlu lagi membangun asrama haji yang biayanya tinggi, perawatannya pun mahal,” kata Irfan.

Selain itu, skema waktu persiapan juga dimajukan. Ia menargetkan seluruh tahapan domestik selesai sebelum Ramadan. Proses pemvisaan ditarget rampung Maret, sementara jamaah mulai masuk asrama haji pada 21 April.

Salah satu perhatian penting tahun ini adalah aspek istithoah atau kelayakan kesehatan jamaah. Irfan menyebut bahwa permintaan dari Kementerian Haji Saudi mendorong Indonesia menerapkan standar secara penuh.

“Bukan menambah syarat, tapi benar-benar memakai standar yang sudah ada. Jamaah diminta menjaga kesehatan bahkan setelah dinyatakan lolos, karena akan ada pemeriksaan ulang termasuk random check sesampainya di Arab Saudi,” jelasnya.

Ia menegaskan, jika jamaah dianggap tidak layak saat pemeriksaan acak tersebut, mereka bisa langsung dipulangkan. “Ini yang jadi beban kami,” ucapnya.

Disamping itu, Irfan meminta pejabat di daerah bekerja serius dan mengikuti aturan tanpa celah pelanggaran. “Kami ingin persiapan haji 2026 berjalan lebih baik, lebih rapi, dan lebih siap dari tahun sebelumnya.”

Terpisah, Kepala Kantor Kemenag Jombang Muhajir membenarkan, Ilham Rohim yang sebelumnya menjabat Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag kini resmi dilantik menjadi Kepala Kantor Haji dan Umrah Jombang.

”Ya betul, kemarin beliau resmi ditarik, dan kini sudah di bawah naugan Kemenhaj termasuk status kepegawain, tupoksi dan administrasi lainnya,’’ jelas dia.

Selain itu, Ilham juga naik eselon. Dari sebelumnya eselon IV menjadi eselon III B. ”Sekarang posisinya kepala Kantor sama seperti saya. Jadi, naik eselon otomatis,’’ papar dia. (ang)

Editor : Anggi Fridianto
#BPIH 2025 #Baru #Jombang #kementerian haji dan umrah #embarkasi #irfan yusuf #gus irfan #Kemenag Jombang #kepala kantor Haji dan umrah