Radarjombang.id - Pemerintah memperketat standar kesehatan bagi calon jemaah haji 2026. Seluruh jemaah wajib memenuhi syarat istitha’ah dengan pengawasan berlapis, mulai pemeriksaan acak di bandara, hotel, hingga kawasan Masyair (Arafah–Mina–Muzdalifah).
Mereka yang tidak lolos dipastikan tidak diberangkatkan, bahkan terancam dipulangkan oleh otoritas Arab Saudi.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada, menegaskan aturan ini bukan sekadar regulasi baru, tetapi langkah serius untuk melindungi jemaah dari risiko keselamatan selama menjalankan ibadah yang membutuhkan stamina tinggi.
”Calon jemaah dengan kondisi tertentu dipastikan tidak memenuhi syarat kesehatan atau istitha'ah.
Mereka bisa tidak lolos pemeriksaan, ditolak berangkat, atau bahkan dipulangkan dari Arab Saudi. Karena itu, kami minta jamaah dengan penyakit kronis untuk segera melakukan pengobatan rutin dan menjaga kesehatan sejak sekarang,” tegas dr. Hexawan.
Ia menambahkan pengetatan pengawasan kesehatan ini selaras dengan standar internasional yang diterapkan pemerintah Arab Saudi.
”Kami tidak ingin ada jemaah dari Jombang yang gagal berangkat hanya karena tidak mempersiapkan kesehatan sejak dini. Ini ibadah yang memerlukan stamina kuat, bukan sekadar administrasi,” ujarnya.
Hexawan memerinci, 11 penyakit dan kondisi kronis yang menjadi indikator ketidaklayakan istitha’ah di antaranya penyakit penyakit jantung koroner, hipertensi tidak terkontrol, diabetes mellitus tidak terkontrol, penyakit paru kronis (COPD), gagal ginjal yang membutuhkan dialisis, gangguan mental berat, penyakit menular aktif seperti TBC atau hepatitis, kanker stadium lanjut, penyakit autoimun tidak terkontrol, kondisi pasca-stroke yang belum stabil, dan epilepsi tidak terkontrol.
Menurut Hexa, daftar ini disusun berdasarkan penilaian medis nasional dan standar kesehatan yang diberlakukan Arab Saudi.
”Kami ingin jamaah memahami bahwa istitha’ah bukan sekadar formalitas. Ini perlindungan bagi mereka sendiri. Jangan sampai ibadah yang seharusnya menjadi puncak spiritual justru menjadi bencana kesehatan,” tuturnya.
Untuk memastikan seluruh jamaah Jombang siap secara fisik, Dinkes akan memperketat skrining kesehatan sejak tahap awal. ”Kami akan melakukan pemeriksaan lebih detail, lebih ketat, dan lebih sering. Kami juga berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan agar standar pemeriksaan benar-benar sama seperti yang diterapkan pusat,” jelasnya.(yan/naz)
Editor : Anggi Fridianto