Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Hari Pertama TKA di Jombang Berjalan Lancar, Sempat Lampu Mati tapi Tak Ganggu Ujian

Wenny Rosalina • Selasa, 4 November 2025 | 17:49 WIB

 

STERIL: Waka Kurikulum SMAN Kesamben, Tri wahyudi, di depan lab komputer yang menjadi tempat TKA, Senin (3/11).
STERIL: Waka Kurikulum SMAN Kesamben, Tri wahyudi, di depan lab komputer yang menjadi tempat TKA, Senin (3/11).

Radarjombang.id – Hari pertama Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/SMK sederajat di Kabupaten Jombang, Senin (3/11), berjalan relatif lancar. Kendala kecil hanya terjadi di SMKN Gudo, yang sempat pemadaman listrik selama lima menit.

’’Di SMKN Gudo sempat lampu mati, tapi tidak sampai lima menit sehingga tidak mengganggu proses,’’ kata Pelaksana Tugas Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Pinky Hidayati.

Hingga sesi tiga, tidak ada kendala teknis yang berarti. ’’Tidak ada laporan kendala berarti, baik yang online maupun semi online, lancar sampai sesi tiga,’’ tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMKN Gudo, Itha Pujiarti, membenarkan sempat terjadi pemadaman listrik di sekolahnya. Namun tidak lama, tidak lebih dari dua menit. Pemadaman terjadi sesaat setelah siswa login, sekitar pukul 08.05 WIB.

’’Alhamdulillah pemadaman tidak lama, tidak sampai mengganggu jalannya TKA,’’ jelasnya. Siswa yang sudah sempat mengerjakan, jawabannya juga tidak hilang, sebab otomatis tersimpan dan tinggal melanjutkan saja.

TKA di SMKN Gudo diikuti 354 siswa menggunakan enam ruangan dan dilaksanakan tiga sesi secara online. ’’Tidak ada kendala jaringan, semua lancar,’’ jelasnya.

Sekolah juga menyiapkan genset sebagai bentuk antisipasi jika terjadi pemadaman. ’’Genset tidak sampai terpakai, listrik kembali menyalan,’’ terangnya.

Total ada 120 sekolah yang ikut TKA. 70 sekolah memilih mode semi online, terdiri dari 38 SMA, 31 SMK, dan satu SMALB. 50 lainnya memilih mode online. Rinciannya, 31 SMK, 14 SMA, dan lima SMALB.

Sebelum pelaksanaan, beberapa pengawas sempat melakukan konfirmasi pergantian karena sakit. ’’Pengawas ada yang konfirmasi minta ganti karena sakit. Namun semuanya bisa teratasi dan tidak menghambat pelaksanaan TKA,’’ jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN Kesamben, Witin, melaporkan, ada satu siswa yang tidak dapat mengikuti TKA hari pertama karena sakit dan sedang opname di rumah sakit.‘’Tadi malam jam sembilan baru konfirmasi, jadi anaknya ikut gelombang susulan,’’ katanya.

Total ada 248 siswa yang mengikuti TKA. Dibagi dalam dua sesi pada dua gelombang. Sesi 1 mulai pukul 07.30–10.00. Sesi 2 pukul 10.30–13.00.

’’Anak-anak datang 30 menit sebelum dimulai. Bahkan ada yang datang sejak pagi yang sesi dua. Mereka inisiatif minta bimbingan tambahan dari guru,’’ terangnya.

Pada hari pertama kemarin, siswa mengerjakan mata pelajaran wajib. Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika.

Untuk pengawas, SMAN Kesamben menyerahkan nama ke Cabang Dinas Pendidikan untuk diacak. ’’Tidak boleh guru mapel (mata pelajaran) yang diujikan, jadi kami kirim nama guru olahraga, PAI, dan BK,’’ jelasnya.

SMAN Kesamben menggunakan sistem semi online. ’’Pertimbangan utama, kalau online khawatir jaringan tidak lancar. Jadi kami cari aman saja. Sejak awal memang merencanakan semi online,’’ ujarnya.

Menggunakan empat laboratorium dalam dua ruang yang dipisah sekat, sesuai ketentuan. ’’Satu lab berisi 15 komputer atau 15 siswa,’’ jelasnya.

Kepala SMAN Jogoroto, Mu’alim, menyampaikan, cuaca ekstrem pada Minggu (2/11) berupa angin kencang dan hujan deras tidak berdampak pada pelaksanaan TKA.

’’TKA hari pertama berjalan lancar. Semua siswa hadir. Di SMAN Jogoroto pakai sistem online dan tidak ada kendala,’’ urainya. (wen/jif)

 

Editor : Anggi Fridianto
#cabdindik jombang #Jombang #2025 #pemadaman listrik #Tes Kemampuan Akademik