RadarJombang.id - Pendeta Gpdi House Of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik, tentang pentingnya meyakini Tuhan sanggup meredakan badai kehidupan.
’’Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali,’’ tuturnya mengutip Markus 4:39.
Danau Galilea tipikal yang mudah sekali diterjang oleh angin dan badai yang kencang. Melalui sela-sela perbukitan yang mengelilingi danau itu.
Seharusnya, fenomena alam ini tidak mengejutkan bagi beberapa murid Tuhan Yesus yang adalah para nelayan.
Meski demikian, mereka tetap saja dalam kepanikan. Begitu juga kita, selama kaki ini masih memijak bumi, kita pun tidak akan luput dari terpaan berbagai badai kehidupan.
Sekalipun kita orang yang percaya dan setia kepada Tuhan. Namun bagi kita orang percaya, ada perbedaan saat menghadapi badai, karena ada Tuhan yang menyertai kita.
Orang percaya yang diterpa oleh badai persoalan tidak menghadapinya sendirian, sebab Tuhan ada bersama mereka dan selalu menyertai.
’’Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka Tuhan mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.’’ (Mazmur 34:18).
Alkitab juga menegaskan: "Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya." (1 Korintus 10:13).
Mazmur 34:20 Kemalangan orang benar banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya itu.
Artinya, ada jaminan pertolongan dan perlindungan dari Tuhan ketika sedang menghadapi amukan badai persoalan.
Mungkin yang lain tenggelam karena terpaan badai, namun bagi kita yang percaya ada, penyertaan Tuhan yang tidak akan menenggelamkan hidup kita.
Kemalangan orang benar banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya itu. Tapi bagi orang fasik kemalangan itu akan mematikan.
Perjalanan hidup kita ini digambarkan seperti sebuah perahu yang tengah berlayar di lautan lepas.
Tidak bisa menjanjikan pelayaran mulus tanpa terpaan ombak, badai dan amukan gelombang.
Sebab semuanya itu bisa datang sewaktu-waktu dan menimpa siapa saja termasuk orang percaya sekalipun.
Asal kita selalu mengundang Tuhan Yesus masuk ke dalam perahu kita, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Kita pasti sanggup melewati semuanya dan mampu berkata: ’’Ku 'kan berdiri di tengah badai, dengan kekuatan yang Kauberikan, sampai kapan pun ku 'kan bertahan, karena Yesus selalu menopang hidupku. Tidak ada badai sebesar apa pun yang tak sanggup diredakan oleh Tuhan Yesus! Tuhan Yesus memberkati,’’ urainya. (jif/naz)
Editor : Achmad RW