Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal 2.519, Mancing Uang dengan Sedekah  

Rojiful Mamduh • Minggu, 26 Oktober 2025 | 15:14 WIB

 

 

Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

SAAT ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (15/10), Pengasuh Pondok Pesantren Midanut Taklim, Mayangan, Kecamatan Jogoroto, KH Ali Imron, menjelaskan cari memancing uang. ’’Cara memancing uang yakni dengan sedekah. Semakin besar sedekahnya, semakin besar uang yang datang,’’ tuturnya.

 

Beliau cerita punya guru yang diberi orang uang Rp 500 juta karena mendoakan tanah yang dijual laku. Ini karena saat ada burung kesakitan dia beli kemudian dilepaskan. Saat hendak ziarah ke Sunan Drajat, dia mampir ke rumah santrinya yang tidak bisa membuat sumur karena biayanya Rp 60 juta. ’’Kiai saya lalu memberinya Rp 60 juta untuk membuat sumur,’’ ungkapnya. Rupanya karena itulah kiainya mendapat Rp 500 juta.

 

Suatu ketika, Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah menemui istrinya, Sayidah Fathimah radiyallahu anha. ’’Wahai perempuan mulia, adakah makanan yang bisa kau berikan kepada suamimu ini?’’ tanya Ali. ’’Demi Allah, aku tidak mempunyai apapun. Hanya enam dirham ini, ongkos dari Salman karena aku telah memintal wol,’’ jawabnya.

 

’’Uang ini ingin aku belikan makanan untuk anak kita Hasan dan Husain.’’ Ali lalu membawa uang itu untuk membeli makanan. Tiba-tiba ia bertemu laki-laki yang berdiri sambil berujar, ’’Siapa yang ingin memberikan utang (karena) Allah yang maha menguasai dan mencukupi?’’

Ali langsung memberikan enam dirham di tangannya. Fatimah menangis saat mengetahui suaminya pulang dengan tangan kosong. ’’Baiklah,’’ kata Fathimah, tanda ia menerima tindakan suaminya. Ali lalu keluar guna mengunjungi Rasulullah. Di tengah jalan, seorang Badui yang sedang menuntun unta menyapa. ’’Hai Ali, belilah unta ini dariku.’’

 

’’Aku sudah tak punya uang sepeser pun.’’ ’’Ah, kau bisa bayar nanti seratus dirham.’’ Ali sepakat membeli unta itu dengan cara utang. Sesaat kemudian, datang orang Badui lainnya. ’’Apakah unta ini kau jual?’’ ’’Benar,’’ jawab Ali. Berapa? ’’Tiga ratus dirham.’’

 Si Badui membayarnya kontan. Ali segara pulang kepada istrinya. Wajah Fatimah kali ini tampak berseri.

 

Ali kemudian menghadap Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. ’’Hai Ali, kau yang akan memberiku kabar, atau aku yang akan memberimu kabar?’’

’’Sebaiknya Engkau, ya Rasulullah.’’ ’’Tahukah kamu, siapa orang Badui yang menjual unta dan yang membeli unta darimu?’’

 

’’Allah dan Rasul-Nya lebih tahu,’’ sahut Ali. ’’Sangat beruntung kau, wahai Ali. Kau telah memberi pinjaman karena Allah sebesar enam dirham. Dan Allah pun telah memberimu tiga ratus dirham, 50 kali lipat dari tiap dirham. Badui yang pertama malaikat Jibril, sedangkan Badui yang kedua malaikat Israfil.’’

 

 (jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Pemkab Jombang #polres jombang #Binrohtal