Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Proyek Jembatan Gedung Kesenian Jombang Tersendat, Gegara Hal Ini Proyek Jadi Minus

Anggi Fridianto • Rabu, 22 Oktober 2025 | 12:25 WIB
TERHENTI: Proyek jembatan Gedung Kesenian nampak tidak ada pekerja.
TERHENTI: Proyek jembatan Gedung Kesenian nampak tidak ada pekerja.

Radarjombang.id – Pembangunan jembatan di kawasan Gedung Kesenian Jombang tak berjalan mulus.

Setelah sebelumnya harus mengubah perencanaan akibat ketidaksesuaian hasil survei, kini pekerjaan harus terhenti sementara waktu lantaran lokasi proyek terampak kegiatan di Gedung Kesenian.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang, Bayu Pancoroadi, melalui Kepala Bidang Tata Bangunan dan Bina Konstruksi, Edy Yulianto, membenarkan hal tersebut.

”Pekerjaan tidak bisa maksimal karena lokasi proyek bersinggungan dengan area kegiatan di Gedung Kesenian sehingga pekerjaan harus dihentikan sementara hingga Rabu (22/10),” ujar Edy.

Akibat penghentian sementara ini, progres pekerjaan mengalami keterlambatan hingga 6 persen dari target. ”Awalnya progres sudah minus 5 persen, sekarang bertambah menjadi minus 6 persen,” jelasnya.

Sebelumnya, proyek juga sempat terkendala teknis akibat perbedaan kondisi tanah di lapangan dengan hasil survei awal.

”Kendala terjadi karena posisi muka air tanah tidak diketahui. Saat penggalian, air keluar dari dalam tanah, sehingga kami harus membuat kisdam dan melakukan penyedotan air terlebih dahulu. Proses ini memakan waktu dan memaksa perubahan rencana pondasi,” kata Edy, kemarin.

Untuk mengejar ketertinggalan, pihaknya telah meminta kontraktor pelaksana, CV Hikmah Karya, menambah volume pekerjaan.

”Kami minta agar pekerjaan jembatan, paving, dan pagar bisa dilakukan secara bersamaan. Setelah pembesian jembatan selesai, langsung dilakukan pengecoran,” terang Edy.

Namun percepatan kembali terhambat. Area yang direncanakan untuk pemasangan paving digunakan sebagai tempat parkir kegiatan di Gedung Kesenian, sehingga tidak dapat dikerjakan.

Perwakilan kontraktor pelaksana, Taufik dari CV Hikmah Karya, menyatakan pihaknya tetap berupaya mengejar ketertinggalan. ”Kami tetap berusaha mengejar progres sesuai target,” ujarnya singkat.

Proyek jembatan dengan nilai kontrak mencapai Rp 1,8 miliar ini dijadwalkan berlangsung selama 90 hari kalender, mulai 25 September hingga 23 Desember 2025.

Saat ini progres baru mencapai 8,9 persen, tertinggal sekitar 5 persen dari rencana awal. (yan/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Proyek #Jombang #Pemkab Jombang #gedung #kesenian