Radarjombang.id – Perum Bulog Cabang Mojokerto terus memperkuat perannya dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Khususnya komoditas beras di wilayah Kabupaten Jombang, Kabupaten Mojokerto, dan Kota Mojokerto.
Melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Bulog Mojokerto hingga saat ini telah menyalurkan 5.500 ton beras kepada masyarakat.
Pinca Bulog Mojokerto, Muhammad Husin, menegaskan, penyaluran beras SPHP sejauh ini berjalan lancar dan sesuai dengan target yang ditetapkan pemerintah.
’’Hingga saat ini tidak ada kendala dalam proses penjualan beras SPHP. Semua berjalan sesuai rencana, dan masyarakat bisa mengakses beras dengan harga yang terjangkau,’’ katanya.
Program SPHP merupakan bagian dari upaya nasional untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga beras di pasaran. Melalui program ini, Bulog menjual beras dengan harga lebih terjangkau dibanding harga komersial di pasaran umum.
Strategi optimalisasi distribusi menjadi kunci agar beras SPHP bisa tersalurkan secara merata di seluruh wilayah kerja Bulog Mojokerto.
’’Kita maksimalkan dan masifkan penjualan melalui semua saluran. Termasuk kerja sama lewat Gerakan Pangan Murah atau operasi pasar dengan TNI–Polri, baik Kodim dan Koramil, maupun Polres dan Polsek.
Kami juga melibatkan pedagang pengecer pasar serta outlet binaan Bulog, yaitu Rumah Pangan Kita,’’ terangnya.
Jaringan distribusi SPHP tidak hanya mengandalkan satu sektor saja. Tetapi melibatkan berbagai lapisan mitra untuk mempercepat penyaluran.
Bulog Mojokerto juga menggandeng berbagai badan usaha milik negara (BUMN) dan sektor ritel modern sebagai mitra penjualan.
’’Kita jalin kerja sama dengan PT Pos, PTPN, dan Pupuk Indonesia. Di sisi ritel modern, kita bermitra dengan Indomaret, Superindo, dan Bravo, termasuk ritel lokal. Semua saluran ini aktif membantu kami menyalurkan beras SPHP kepada masyarakat,’’ paparnya.
Langkah kolaboratif ini menjadi upaya konkret Bulog Mojokerto untuk menstabilkan harga beras di tingkat konsumen, terutama menjelang akhir tahun yang biasanya diwarnai peningkatan kebutuhan pangan.
Dengan dukungan berbagai pihak, penyerapan beras SPHP di wilayahnya cukup tinggi dan terus menunjukkan tren positif.
’’Antusiasme masyarakat terhadap beras SPHP cukup besar karena kualitasnya bagus dan harganya lebih terjangkau. Kami memastikan suplai tetap lancar agar tidak terjadi kelangkaan di pasaran,’’ terang Husin.
Stok beras SPHP di gudang Bulog dalam kondisi aman untuk memenuhi target penyaluran tahun ini, bahkan hingga tahun depan.
’’Stoknya aman. Ketersediaan di gudang kami cukup untuk memenuhi target penyaluran yang telah ditetapkan pemerintah. Sampai tahun depan juga aman stok yang ada di gudang-gudang kami,’’ tegasnya.
Terbaik se-Jatim, Serap Gabah dan Beras Capai 100 Persen
SEMENTARA itu, Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Mojokerto mencatat prestasi membanggakan dengan menempati peringkat terbaik se-Jawa Timur dalam penyerapan gabah dan beras petani hingga 30 April 2025.
Total serapan mencapai 47.953 ton, atau 100 persen dari target yang ditetapkan sebesar 47.220 ton setara beras.
Pimpinan Cabang Bulog Mojokerto, Muhammad Husin, mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras bersama seluruh pihak terkait.
’’Alhamdulillah, penyerapan gabah dan beras petani mencapai 47.953 ton atau 100 persen, bahkan melampaui target,’’ katanya.
Rinciannya, Bulog Mojokerto menyerap 24.320 ton beras dan 44.272 ton gabah. Keberhasilan itu tak lepas dari kolaborasi dengan Kodim 0814 serta dukungan Pemerintah Kabupaten Jombang.
’’Capaian ini membuat kami jadi nomor satu se-Provinsi Jatim,’’ tambahnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang membantu menjaga stabilitas harga gabah sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.
’’Kami berterima kasih kepada Danrem 082 CPYJ, Dandim 0814, Bupati Jombang, Dinas Pertanian, penyuluh lapangan, hingga petani di tiga wilayah kerja kami,’’ ungkapnya.
Baca Juga: Perum Bulog Perluas Saluran Penjualan Beras SPHP ke Masyarakat, Ini Strateginya
Bulog Mojokerto turut bersinergi dengan Perpadi, KTNA, Tani Merdeka Indonesia, dan Koperasi Multi Pihak binaan Dinas Pertanian Jombang dalam menjaga harga gabah agar tidak turun di bawah HPP.
’’Penyerapan ini juga menjadi wujud dukungan Bulog dalam menyukseskan swasembada pangan nasional yang menjadi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,’’ ungkapnya. (riz/jif)
Editor : Anggi Fridianto