Radarjombang.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT di bawah naungan Yayasan Pesantren Darul Ulum Jombang.
Empat siswanya berhasil lolos hingga babak final Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat nasional 2025 yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) (6-12/10). Dua di antaranya meraih medali pada ajang bergengsi tersebut.
Kepala SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT, Mashudi, S.S.,S.Pd., M.Pd menjelaskan, pihaknya memberangkatkan 45 siswa untuk mengikuti sembilan bidang lomba OSN sejak babak penyisihan tingkat kabupaten. Dari jumlah tersebut, 14 siswa berhasil lolos ke tingkat kabupaten.
’’Dari 14 siswa itu, ada empat siswa yang melaju ke tingkat provinsi dan semuanya berhasil menembus semifinal nasional. Keempatnya kemudian juga lolos hingga babak final,’’ kata Mashudi, didampingi Waka Pengembangan, Fatimatul Azqiyah.
Dari empat finalis tersebut, dua siswa berhasil meraih medali bidang Geografi. M Azhar Aqila Arisandi menyabet medali perak dan M Hisyam Ainun Hadi membawa pulang medali perunggu. Sementara Zidna Helva Fairuzya (bidang Ekonomi) dan Achmad Atiq Tajuddin R (bidang Astronomi) berhasil menjadi finalis nasional.
Keberhasilan ini merupakan buah dari pembinaan intensif yang dilakukan sekolah. ’’Menjelang kompetisi, siswa mengikuti camp pembinaan selama dua hingga tiga minggu penuh agar lebih fokus menghadapi perlombaan. Pembinaan dilakukan secara internal maupun menggandeng pihak eksternal,’’ jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan Majelis Pondok Pesantren Darul Ulum (MPPDU) yang telah memberikan dukungan penuh. ’’Kami sampaikan terima kasih kepada jajaran MPPDU, pembimbing internal, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, doa, dan restu sehingga anak-anak bisa berprestasi hingga tingkat nasional,’’ ungkapnya.
Terpisah, M Azhar Aqila Arisandi, mengungkapkan, perjuangan panjangnya selama masa persiapan.
’’Persiapan saya mulai dari pelatihan-pelatihan hingga rajin mengikuti bimbingan. Di sekolah kami ada karantina intensif sekitar satu bulan lebih dan belajar secara mandiri dengan sumber belajar lengkap yang disediakan oleh sekolah,’’ tuturnya.
Azhar yang meraih medali perak bidang Geografi ini bertekad terus berprestasi. Dia saat ini fokus mempersiapkan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk masuk perguruan tinggi negeri.
Peraih medali perunggu bidang Geografi, M Hisyam Ainun Hadi, juga mengaku menjalani proses belajar yang intensif.
’’Saya belajar mempersiapkan OSN sejak kelas X higgga kelas XII. Intensif belajar dengan berbagai literatur. Tahapannya banyak dari kabupaten, provinsi, semifinal, sampai nasional. Ini lomba pertama saya yang berhasil sampai nasional, hingga mendapatkan medali,’’ ucap santri asal Tuban ini.
Sementara itu, finalis bidang Astronomi, Achmad Atiq Tajuddin R dari Lamongan, menilai, pembinaan intensif sangat membantu dirinya lolos hingga tingkat nasional.
’’Karena anak pondok terbatas aksesnya, kami kejar materi sampai malam, dengan berbagai literatur yang disediakan sekolah. Tantangan terbesar saya di peta bintang dan mental saat pelatihan Jawa Timur. Tapi alhamdulillah bisa bangkit,’’ ujarnya. Ini pengalaman pertamanya mengikuti OSN di tingkat SMA.
Finalis bidang Ekonomi, Zidna Helva Fairuzya, juga tak menyangka bisa lolos hingga final.
’’Awalnya saya direkomendasi guru untuk ikut OSN. Saya belajar giat, tapi tidak menyangka bisa sampai final nasional. Tantangan terbesar bahasa Inggris dan literatur ekonomi yang sangat luas. Tapi saya bersyukur bisa sampai sejauh ini,’’ katanya. Dia kini fokus UTBK dan menargetkan masuk jurusan Psikologi UGM. (ang/jif)
Editor : Anggi Fridianto