Radarjombang.id – Setiap tanggal 2 Oktober diperingati sebagai momen penting baik di Indonesia maupun dunia internasional.
Di Indonesia, tanggal ini identik dengan Hari Batik Nasional, sementara di tingkat global diperingati sebagai Hari Anti Kekerasan Sedunia.
Hari Batik Nasional ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009, setelah UNESCO mengakui Batik Indonesia sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi pada 2 Oktober 2009.
Sejak saat itu, peringatan Hari Batik Nasional dimaknai bukan hanya sebagai penggunaan kain tradisional, melainkan juga sebagai simbol jati diri dan kebanggaan bangsa. Masyarakat biasanya mengenakan batik di sekolah, kantor, hingga acara resmi sebagai bentuk pelestarian budaya.
Sementara itu, dunia internasional memperingati 2 Oktober sebagai Hari Anti Kekerasan Sedunia.
Penetapan ini dilakukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan bertepatan dengan hari lahir tokoh perdamaian dunia, Mahatma Gandhi, pada 2 Oktober 1869.
Gandhi dikenal memperjuangkan kemerdekaan India melalui jalan damai tanpa kekerasan (Ahimsa).
Peringatan ini menjadi pengingat penting akan nilai-nilai perdamaian, toleransi, serta penolakan terhadap segala bentuk kekerasan.
Selain 2 Oktober, bulan Oktober juga dipenuhi sejumlah peringatan bersejarah lainnya. Di antaranya:
- 01 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila
- 05 Oktober Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Hari Guru Sedunia
- 10 Oktober Hari Kesehatan Jiwa Sedunia
- 16 Oktober Hari Pangan Sedunia
- 22 Oktober Hari Santri
- 28 Oktober Hari Sumpah Pemuda.
Melalui peringatan 2 Oktober, Indonesia tidak hanya meneguhkan komitmen untuk menjaga warisan budaya batik, tetapi juga ikut menyuarakan pesan perdamaian yang berlaku secara universal. (zan)
Editor : Anggi Fridianto