Radarjombang.id – Tim pengabdian masyarakat dosen dan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) bersama Politeknik Negeri Jember (POLIJE) melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di Desa Ngusikan, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang.
Kegiatan ini ditujukan untuk mentransformasikan IPTEK kepada kelompok wanita tani melalui pelatihan pemanfaatan nasi sisa menjadi produk bernilai jual berupa rice crackers.
Program ini diketuai Dr. Muhammad Kris Yuan Hidayatulloh, M.Pd., dibantu Dr. Azidni Rofiqo, S.E.I., M.E. dari UNESA serta Purbowo, S.Agr., M.P. dari POLIJE Kampus 3 Nganjuk.
Kegiatan ini berangkat dari keprihatinan terhadap banyaknya nasi tidak terpakai pada acara sosial masyarakat seperti kenduren dan buwuhan.
Konsep Zero Waste dan dukungan terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) ke-12 dihadirkan melalui pemanfaatan nasi tersebut dengan sentuhan teknologi pangan.
Munadi, Ketua Kelompok Tani Desa Ngusikan, menyebut selama ini nasi kenduren hanya dijemur atau dibuang.
“Sisa nasi dari kenduren seringkali dibuang tanpa ada upaya untuk meningkatkan nilai ekonominya, sehingga sangat disayangkan sekali jika terus menerus dibuang. Makanya, harus dimanfaatkan menjadi suatu produk dengan nilai ekonomi tinggi,” ujarnya.
Peserta kegiatan adalah kelompok wanita tani yang dibagi menjadi tiga kelompok. Mereka mendapatkan materi sosialisasi, praktik produksi, pengemasan, fotografi produk, hingga pemasaran digital melalui marketplace.
Peserta juga belajar membuat adonan dengan putih telur, mencetak, memanggang, hingga mengemas menggunakan alat sealer dengan teknik air filling. Selain melindungi produk, kemasan juga dikenalkan sebagai media promosi.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga dibekali keterampilan memanfaatkan gawai untuk menghasilkan foto produk yang menarik.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari penyuluh pertanian. Koordinator wilayah PPL BPP Kecamatan Ngusikan, Zuhrotul Lailis Sa’adah, S.Pt., M.Agr., menyatakan, “Pemberdayaan perempuan wanita tani perlu ditingkatkan melalui pemanfaatan potensi desa menuju one village one product.”
Baca Juga: Mantap! Karateka Jombang Borong 16 Medali Unesa Cup II
Hal senada disampaikan Suliyani, S.P. yang berharap program ini bisa mendorong pemasaran produk secara lebih luas.
“Harapan ke depan kegiatan ini dapat memperluas pemasaran produk hasil produksi melalui kemasan yang dapat dijangkau semua segmen,” ujarnya.
Ketua pelaksana PKM, Dr. Muhammad Kris Yuan Hidayatulloh, menyampaikan apresiasinya kepada pihak pendukung.
“Kami mengucapkan terimakasih kepada DPPM KEMDIKTISAINTEK yang telah mendukung pendanaan kegiatan melalui hibah kompetitif nasional pada tahun anggaran 2025 skema pemberdayaan berbasis masyarakat sehingga kegiatan dapat dijalankan sesuai yang direncanakan,” ungkapnya. (ang)
Editor : Anggi Fridianto