Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Jawa Timur Terancam Dilanda Cuaca Ekstrem hingga Sepekan ke Depan, Ini Kata BMKG

Achmad RW • Kamis, 11 September 2025 | 12:44 WIB
Hujan lebat disertai angin kencang masih membayangi sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan.
Hujan lebat disertai angin kencang masih membayangi sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan.

RadarJombang.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan kewaspadaan cuaca ekstrem di Jawa Timur.

Potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir, angin kencang, puting beliung, tanah longsor, hingga banjir bandang diperkirakan terjadi pada 10–17 September 2025.

Dalam keterangan resminya, BMKG menyebutkan, “Wilayah Jawa Timur masih berada di musim kemarau, namun dalam tujuh hari ke depan terdapat potensi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.”

Rincian wilayah siaga meliputi sejumlah kabupaten/kota:

Tapal Kuda: Kabupaten Bondowoso, Jember, Lumajang, Probolinggo, Situbondo, dan Banyuwangi.

Mataraman: Kabupaten Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo, dan Trenggalek.

Pantura dan wilayah tengah: Kabupaten dan Kota Kediri, Nganjuk, Mojokerto, Pasuruan, Tuban, Bojonegoro, serta Kota Batu.

Malang Raya: Kabupaten Malang dan Kota Malang.

Selatan dan barat: Kabupaten Pacitan dan Jombang.


BMKG menegaskan bahwa fenomena ini dipicu adanya gangguan gelombang atmosfer.

“Fenomena cuaca ekstrem ini disebabkan adanya gangguan gelombang atmosfer seperti Madden–Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby, dan gelombang ekuatorial Low Frequency yang saat ini melintasi Jawa Timur,” jelas BMKG Juanda.

Selain itu, suhu muka laut yang hangat juga menjadi faktor pendukung.

“Suhu muka laut yang cukup tinggi di sekitar perairan Selat Madura hingga Laut Jawa bagian timur turut mendukung pertumbuhan awan konvektif. Awan ini berpotensi menimbulkan hujan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi singkat,” lanjut BMKG.

Pihak BMKG meminta masyarakat tidak menyepelekan peringatan dini.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak, terutama hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

"Dampak yang ditimbulkan antara lain banjir bandang, tanah longsor, genangan, hingga pohon tumbang,” tulis BMKG dalam rilis resminya.

BMKG juga menekankan pentingnya pemantauan informasi terbaru.

Masyarakat diharapkan aktif mengikuti perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG.

"Informasi peringatan dini 3 harian maupun peringatan dini 2–3 jam sebelum kejadian dapat membantu mengurangi risiko bencana,” tambah BMKG. (riz)

Editor : Anggi Fridianto
#Jawa Timur #bmkg #cuaca #cuaca hari ini #prediksi cuaca #hujan lebat