Radarjombang.id - Suasana duka mendalam menyelimuti rumah duka Affan (25), seorang pengemudi ojek online (ojol) yang menjadi korban tewas dalam insiden tragis terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di Jakarta Timur.
Keluarga, kerabat, serta puluhan rekan seprofesi tak henti-hentinya memadati kediaman almarhum di kawasan Cijantung, Jakarta Timur, pada Jumat (29/8/2025), untuk memberikan penghormatan terakhir.
Pantauan di lokasi menunjukkan isak tangis keluarga yang tak terbendung saat jenazah Affan disemayamkan.
Karangan bunga berisi ucapan belasungkawa berjejer di sekitar rumah duka, menjadi saksi bisu kesedihan yang dirasakan banyak pihak atas kepergian Affan yang begitu mendadak.
Para rekan ojol yang hadir tampak mengenakan atribut seragam mereka, menunjukkan solidaritas yang kuat seraya mendoakan almarhum.
Kecelakaan maut yang merenggut nyawa Affan terjadi di Jalan Raya Bogor, Ciracas, Jakarta Timur.
Peristiwa nahas ini sontak menjadi sorotan publik, menuntut kejelasan dan proses hukum yang transparan dari pihak berwenang.
Affan, yang dikenal sebagai sosok pekerja keras oleh rekan-rekannya, meninggalkan duka yang mendalam tidak hanya bagi keluarga tetapi juga komunitas ojek online.
Menanggapi insiden tersebut, pihak kepolisian telah bergerak cepat untuk melakukan investigasi.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Nicolas Ary Lilipaly, memberikan keterangan resmi mengenai proses yang tengah berjalan. Ia memastikan bahwa kasus ini ditangani secara serius dan profesional.
"Saat ini kami masih melakukan proses penyelidikan. Pengemudi (kendaraan taktis Brimob) dan kendaraannya sudah kami amankan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut," ujar Nicolas Ary Lilipaly kepada wartawan.
Pernyataan ini menegaskan komitmen pihak kepolisian untuk mengusut tuntas penyebab pasti dari kecelakaan tersebut.
Nicolas juga menambahkan bahwa sejumlah saksi di lokasi kejadian telah dimintai keterangan untuk melengkapi berkas penyelidikan.
Proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) juga telah dilakukan secara mendetail untuk merekonstruksi kronologi peristiwa tragis yang menimpa Affan.
Keluarga dan rekan-rekan korban berharap agar proses hukum dapat berjalan dengan adil dan transparan, sehingga kebenaran di balik insiden ini dapat terungkap sepenuhnya.
Kepergian Affan menjadi pengingat pilu akan risiko yang dihadapi para pekerja di jalanan setiap harinya. Kini, mereka hanya bisa berharap keadilan dapat ditegakkan untuk almarhum. (ald)
Editor : Anggi Fridianto