Radarjombang.id - Sekitar 4 ribu ton gula hasil gilingan petani di Pabrik Gula (PG) Tjoekir di Desa Cukir, Kecamatan Diwek Jombang hingga kini belum terserap pasar.
Gula tersebut merupakan hasil panen satu setengah bulan terakhir yang belum terjual meski sudah dilelang sebanyak enam kali.
General Manajer PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) PG Tjoekir Abdul Aziz Purmali menjelaskan, kondisi ini cukup memprihatinkan dan sempat memicu kekhawatiran dari petani.
”Jadi begini, untuk PG Tjoekir ini ada gula petani yang belum terjual sejak satu setengah bulan lalu. Jumlahnya kurang lebih hampir 4 ribu ton,” kata Aziz dikonfirmasi, Senin (25/8).
Padahal, sudah dilakukan lelang hingga enam kali. ”Sudah kita lelang enam kali, tapi belum juga ada yang menawar,” imbuh dia.
Namun, harapan kembali muncul setelah ada kabar dari pemerintah pusat. ”Alhamdulillah, Jumat kemarin ada kabar baik.
Danantara akan membeli gula petani. Ini jadi angin segar agar petani kembali semangat untuk budi daya,” tutur dia.
Menurut Aziz, keterlambatan serapan gula petani tahun ini merupakan fenomena baru. Tahun-tahun sebelumnya, penjualan gula berlangsung lancar.
”Mungkin karena harga gula internasional sekarang lebih rendah dari harga eceran dalam negeri, jadi pasar agak lambat. Tapi ini baru terjadi tahun ini, sebelumnya tidak,” ujar Aziz.
Secara teknis, petani yang memasok tebu ke PG Tjoekir tergabung dalam koperasi atau lembaga tani.
”Di PG Tjoekir ini ada tujuh koperasi. Mereka mengirim tebu, digiling, lalu mendapatkan bagi hasil. Biasanya gula hasilnya dilelang bersama PT SGN,” tutur dia.
Teknis pembelian Danantara saat ini masih dalam pembahasan bersama ID Food, PT SGN, dan APTR. ”Informasinya hari ini (kemarin) mereka akan menyusun mekanisme tata kelola pembelian gula petani. Harganya pembelian juga masih dibahas,” tutur Aziz.
Baca Juga: Selamatan Buka Giling 2025, PT SGN PG Djombang Baru Optimistis Lampaui Target Produksi Gula
Diharapkan, penyerapan gula petani bisa berjalan lancar tidak hanya saat ini, tetapi hingga akhir musim giling. ”Kami masih giling sampai Oktober. Harapannya penyerapan gula petani lancar hingga selesai musim,” kata Aziz. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto