Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Kisah Pilu Raya, Balita yang Meninggal dengan Ratusan Cacing Bersarang di Tubuh

Achmad RW • Rabu, 20 Agustus 2025 | 18:10 WIB

 

Ilustrasi bocah mendapatkan penanganan akibat cacing (ai)
Ilustrasi bocah mendapatkan penanganan akibat cacing (ai)

RadarJombang.id – Duka mendalam menyelimuti warga Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Seorang balita perempuan bernama Raya, 3, meninggal dunia pada Juli 2025 dengan kondisi memilukan: tubuhnya dipenuhi cacing akibat cacingan akut.

Kisah tragis ini mencuat ke publik setelah sebuah video yang diunggah akun Instagram @rumah_teduh_sahabat_iin memperlihatkan kondisi Raya.

Dalam rekaman tersebut, terlihat cacing-cacing keluar dari hidung, mulut, hingga anus sang bocah, sementara di dalam tubuhnya masih banyak bersarang telur maupun larva.

Video itu sontak viral dan memicu keprihatinan luas.

Kepala Desa Cianaga, Wardi Sutandi, membenarkan peristiwa tersebut.

Ia mengatakan Raya merupakan anak dari pasangan Udin, 32, dan Endah, 38, yang keduanya mengalami keterbelakangan mental sehingga tidak mampu merawat anak mereka dengan baik.

“Karena keterbatasan orang tuanya, mereka hanya bisa merawat sebisanya, tidak memahami betul kondisi kesehatan anaknya,” ujar Wardi dikutip dari Radar Solo Selasa (19/8).

Raya sebenarnya memiliki seorang kakak berusia 7 tahun.

Namun, karena kondisi orang tuanya, kedua kakak beradik itu kerap diasuh oleh keluarga besar mereka.

Sehari-hari, Raya tumbuh dalam lingkungan yang jauh dari kata layak.

Rumah panggung yang ditinggali keluarganya memiliki kolong tanah terbuka, tempat ia kerap bermain bersama ayam-ayam.

Kondisi tersebut membuat kesehatannya rentan, apalagi pola hidup tidak sehat semakin memperburuk daya tahan tubuhnya.

“Lingkungan rumahnya kurang sehat. Itulah yang membuat anak ini lebih mudah sakit,” ungkap Wardi.

Raya sempat mengalami demam dan didiagnosis menderita penyakit paru-paru.

Sayangnya, pengobatannya terhambat karena keluarga tidak memiliki Kartu Keluarga, KTP, maupun BPJS.

Upaya pemerintah desa untuk mengurus dokumen-dokumen itu belum rampung hingga akhirnya kondisi Raya semakin parah.

“Raya ini sering keluar masuk klinik dan Puskesmas. Setelah kabarnya ramai, ada bantuan filantropi sehingga dia sempat dirawat sembilan hari. Tapi nyawanya tidak tertolong,” tutur Wardi.

Menurut Wardi, meski Raya dan kakaknya tidak mengalami keterbelakangan mental seperti orang tuanya, kurangnya pengawasan dan pola hidup yang tidak sehat membuat mereka sangat rentan terserang penyakit.

Kini, kepergian Raya meninggalkan luka mendalam. Kisah hidupnya menjadi pengingat pahit bahwa akses kesehatan, pola asuh, dan lingkungan yang tidak layak masih menjadi persoalan serius di pedesaan. (riz)

Editor : Anggi Fridianto
#kemenkes ri #bocah #cacing di perut #kabupaten sukabumi #viral