Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Keren! Mahasiswa PMM UMM Ciptakan Mesin Penghancur Sampah yang Ubah Limbah Jadi Pupuk Organik di Jombang

Anggi Fridianto • Kamis, 14 Agustus 2025 | 20:12 WIB
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan PMM KKN di Dusun Sumberwinong, Desa Banjardowo, Kecamatan Kabupaten Jombang Senin (11/8) lalu.
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan PMM KKN di Dusun Sumberwinong, Desa Banjardowo, Kecamatan Kabupaten Jombang Senin (11/8) lalu.

Radarjombang.id - Tumpukan sampah organik yang semula kerap dibakar di Dusun Sumberwinong, Desa Banjardowo, Kecamatan Kabupaten Jombang, kini mulai ditangani dengan cara baru.

Pada Senin (11/8) lalu, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui program PMM-KKN Berdampak, memperkenalkan mesin penghancur sampah yang mampu mengubah limbah rumah tangga menjadi pupuk kompos organik.

Mesin itu dibuat dalam waktu tiga hari dari bahan sederhana, seperti ember, dinamo mesin cuci, seng, plat besi, dan pipa.

Dengan sistem kerja mirip chopper yang mencacah sampah hingga halus. “Desainnya sengaja dibuat mudah digunakan dan dirawat,” kata Rafly, Ketua Kelompok Mahasiswa.

Setelah rampung, mahasiswa melakukan sosialisasi penggunaannya ke warga, karang taruna, dan kelompok tani.

Mereka juga mengenalkan cara membuat pupuk kompos. Yaitu dengan mencampur sampah cacahan dengan EM4, molase, dan kotoran ternak.

Lalu difermentasi secara rutin untuk menjaga kelembapannya.

Kepala Dusun Sumberwinong, Saji, menyambut baik inovasi tersebut. Ia menekankan bahwa alat ini memberi warga alternatif pengelolaan sampah yang lebih sehat dan bermanfaat untuk pertanian.

Ketua Kelompok Tani, Rokhimin, menambahkan bahwa pupuk organik dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan bahkan dapat dijual sebagai produk tambahan.

Rafly menyatakan bahwa solusi ini dirancang agar tetap berlanjut setelah program PMM-KKN berakhir.

Ke depannya, warga dan kelompok tani bermaksud mengintegrasikan pemanfaatannya dalam praktik pertanian berkelanjutan di lahan sawah, kebun sayur, dan tanaman hias.

Dengan inovasi sederhana, Dusun Sumberwinong Desa Banjardowo semakin tangguh menghadapi masalah sampah sekaligus meningkatkan ketahanan lingkungan dan ekonomi desa.

Inisiatif ini bisa menjadi inspirasi untuk desa-desa lain di Kabupaten Jombang dan sekitarnya. (ang)

 

Editor : Anggi Fridianto
#PKM #UMM #Jombang #universitas muhammadiyah malang (umm) #Pemkab Jombang #banjardowo #mahasiswa #kkn #Desa