Radarjombang.id - Dana bantuan operasional sekolah (BOS) reguler tahap kedua tahun 2025 yang mestinya cair Juli, hingga Senin (11/8) belum cair.
Ini membuat sekolah di Kabupaten Jombang kelimpungan.
’’Solusi sementara ya cari pinjaman,’’ kata Kepala SMKN 1 Jombang sekaligus Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Negeri Kabupaten Jombang, Abdul Muntolib, kemarin.
Keterlambatan ini berdampak pada operasional harian sekolah yang membutuhkan biaya cukup besar setiap bulan.
Dana BOS sangat krusial untuk menutupi berbagai kebutuhan rutin sekolah.
Mulai dari pembayaran honor guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT), hingga biaya listrik dan internet.
’’Untuk menutupi kekurangan dana, terpaksa kami ambilkan dari dana talangan. Gaji tetap harus diberikan.
Operasional dan pelayanan juga tidak bisa berhenti,’’ ungkapnya, Senin (11/8).
Saat ini masih ada satu orang guru tidak tetap (GTT) yang gajinya ditanggung melalui dana BPOPP (Bantuan Operasional Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus).
Juga ada 31 pegawai tidak tetap (PTT) yang digaji menggunakan dana BOS. Total pengeluaran per bulan sekitar Rp 49,62 juta.
Selain itu, kebutuhan rutin listrik dan internet pun memakan anggaran besar, sekitar Rp 52 juta setiap bulan.
Hal ini dikarenakan SMKN 1 Jombang menggunakan empat gardu listrik dan memiliki 12 laboratorium aktif yang harus terus beroperasi.
Belum termasuk kegiatan ekstrakurikuler yang membutuhkan anggaran Rp 3,2 juta per bulan.
’’Total kebutuhan rutin kami tiap bulan bisa mencapai Rp100 sampai Rp110 juta,’’ ucap Muntolib.
Biasanya, pencairan BOS tahap 2 paling lambat akhir Juli. ’’Jarang mengalami keterlambatan seperti tahun ini,’’ ujarnya.
Hal ini juga terjadi di lembaga pendidikan swasta. Ketua MKKS SMA Swasta yang juga Kepala SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Peterongan Jombang, Didik Sadianto, mengatakan, hingga kemarin BOS belum cair. Untuk menutupi kebutuhan, kepala sekolah mencari dana talangan untuk menjalankan program sejak Juli lalu.
’’Teman-teman mencari dana talangan untuk menjalankan program sejak Juli lalu. Pencairan tahun ini agak molor. Tahun lalu tepat waktu, BOS tahap dua cair Juli 2024,’’ urai Didik.
Ia berharap, BOS dapat segera cair sesuai waktunya. Sebab BOS menjadi sumber utama pendanaan program sekolah. Termasuk gaji guru, kegiatan pengembangan ekstra dan prestasi siswa dan lainnya.
’’Karena BOS belum cair, terpaksa gaji Juli dan Agustus pakai talangan dulu,’’ ucapnya.
Sementara itu Pelaksana Tugas Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Pinky Hidayati, membenarkan jika BOS tahap 2 tahun ini belum cair. ’’Informasi yang kami dapat, rencana bulan ini cair. Tapi tanggal berapa kami belum dapat info pasti,’’ ungkapnya. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto