Radarjombang.id - Serangan hama tikus masih menghantui petani.
Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Jombang mencatat, enam kecamatan di Kabupaten Jombang diserang hama tikus.
Puluhan hektare laha yang ditanami jagung dirusak hewan pengerat itu.
’’Terparah di Kecamatan Plandaan 10,5 hektare dan Sumobito 10,9 hektare,’’ kata Kepala Dinas Pertanian, M Rony, Sabtu (21/6).
Di Kecamatan Peterongan seluas 3,7 hektare, Kesamben dan Megaluh 5 hektare, serta Kecamatan Jombang 0,5 hektare.
Berbagai upaya sudah dilakukan untuk membasmi hama tikus.
Di antaranya, melibatkan semua pihak mulai dari petani, pemerintah desa, petugas penyuluh lapangan (PPL) dan petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT) serta TNI dan Polri untuk melakukan gerakan pengendalian (Gerdal).
’’Kami juga memberikan dukungan berupa bahan pengendalian dan alat emposan,’’ terangnya.
Dinas Pertanian juga selalu memberikan sosialisasi kepada petani melakukan pengendalian sejak dini atau sebelum masa tanam.
’’Kami juga ingatkan agar menghindari cara penggendalian menggunakan strum,’’ bebernya.
Upaya pembasmian jika dilakukan secara intensif maka akan terbebas dari hama tikus.
’’Setelah langkah ini kami ambil terbukti serangan hama tikus berkurang. Sebelumnya mulai dari Januari kemarin ada 11 Kecamatan yang terserang hama tikus,’’ urainya.
Petani juga harus selalu waspada terhadap serangan hama tikus. Apabila ada serangan hama, petani harus segera berkoordinasi dengan PPL.
’’Selalu galakkan kebersihan lingkungan sekitar sawah. Apabila ini dilakukan secara intensif, maka satu tahun akan terbebas hama tikus,’’ tegasnya Rony. (yan/jif/ang)
Editor : Anggi Fridianto