Radarjombang.id - Kabar duka kembali datang dari jemaah haji asal Jombang yang menjalani haji di Makkah. Ini setelah, Shodiqin Usman kloter 19 meninggal, Kamis (12/6).
Data yang di himpun, jemaah asal Dusun Sawahan, Desa Sambirejo Kecamatan Jogoroto meninggal di Saudi Nasional Hospital (SNH) Makkah.
Kepala Kantor Kemenag Jombang Muhajir membenarkan ada satu lagi jemaah yang meninggal. "Ya, sehingga total ada 2 jemaah haji asal Jombang yang meninggal," ujar dia.
Ia menyampaikan belasungkawa atas meninggal jemaah asal Jombang. "Semoga amal ibadah beliau di terima, dan keluara yang ditinggalkan diberikan ketabahan," tambahnya.
Dikonfirmasi dari Makkah, Ketua KBIH Thoriqul Jannah H Zulfikar Damam Ikhwanto Adhim membenarkan kabar tersebut.
Jemaah tersebut, merupakan jemaah KBIH Thoriqul Jannah yang tergabung di kloter 19. "Ya kami mendampingi proses pemakaman almarhum. Mulai disalatkan hingga di makamkan,'' terangnya melalui sambungan selulernya.
Ia menambahkan, Shodiqin sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit yang ada di Makkah selama kurang lebih 2 pekan akibat sakit Pneumonia.
Kemudian, pada Kamis (12/6) menghembuskan nafas terakhir.
"Beliau di makamkan di pemakaman Syaraya Makkah,'' pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kabar duka datang dari Jemaah haji asal Jombang.
Ini setelah jemaah asal Dusun Sidomulyo, Desa Pucangro, Gudo, Jombang Imam Sucitro, 49 meninggal dunia.
Imam dilaporkan meninggal akibat gagal jantung hingga dinyatakan meninggal saat perjalanan menuju rumah sakit.
Kepala Kemenag Jombang Muhajir melalui Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Ilham Rohim mengatakan, awalnya Imam pergi memotong rambut ke Barbershop setelah tuntas melakukan rangkain rukun haji, Senin (09/06).
Namun, sesampainya di lokasi, ia tiba-tiba pingsan.
Dari kejadian itu, dokter petugas haji Indonesia kemudian memeriksa kondisi Imam. Ia langsung diberikan pertolongan medis pertama.
Selanjutnya, jemaah haji kloter 18 Embarkasi Surabaya itu dilarikan Al Shifa Hospital Makkah.
"Beliau mau potong rambut di barbershop tiba tiba pinsan. Kemudian dokter Burhan dan Bu Nila ke lokasi untuk melakukan pertolongan medis," ujarnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jombang, Selasa (10/06). (ang)
Editor : Anggi Fridianto