Akibatnya, akses yang membentang di atas Sungai Brantas itu gelap.
Mulai dari arah Desa Bedahlawak, Kecamatan Tembelang menuju Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso deretan penerangan mati.
Lokasinya mayoritas berada di sisi timur. Sementara sisi barat ada tiga penerangan yang menyala.
Begitu juga arah sebaliknya, di sisi timur sepanjang jembatan padam.
Hanya bagian ujung jembatan atau sisi barat yang menerangi jalanan.
Sedikitnya ada 18 titik penerangan padam. Terutama di tengah jembatan, kondisinya gelap.
’’Sudah sejak Mei PJU banyak yang mati,’’ kata Abi, salah seorang warga Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso.
Penerangan di jembatan selama ini kerap padam. ’’Menyala semua waktu mau Idul Fitri, setelah itu banyak yang mati lagi,’’ imbuhnya.
Jembatan itu selama ini ramai lalu-lalang kendaraan. Penghubung wilayah utara dan selatan Sungai Brantas.
’’Bahaya kalau dibiarkan, yang lewat kendaraan-kendaraan besar,’’ ucapnya. Berbeda dengan jembatan lama yang berada di sisi barat jembatan baru. Seluruh penerangan menyala.
’’Sekarang banyak kendaraan lewat jembatan baru, harusnya di sini juga menyala semua,’’ harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang, Budi Winarno, melalui Kepala Bidang Lalu Lintas, Yohan Kartika, menyatakan bakal menindak lanjuti padamnya penerangan itu.
’’Akan diidentifikasi ke lapangan dulu,’’ ungkapnya.
Pemkab sebelumnya sudah menindak lanjuti sering padamnya prasarana keselamatan jalan itu ke Dishub Jawa Timur. Hanya saja, belum mendapat sinyal hijau.
’’Tidak ada serah terima ke dishub provinsi. Dari sana (Dishub Jatim) juga belum mengakui asetnya,’’ imbuhnya.
Akhirnya penanganan selama ini dilakukan pemkab. Meski tak memiliki kewenangan di PJU itu.
’’Daripada nggak ada yang memperbaiki, pemerintah daerah yang turun tangan memperbaiki sebisa mungkin,’’ jelasnya.
Hingga saat ini, pihaknya sudah tiga kali melakukan penanganan. Problem padamnya penerangan terjadi pada kabel.
’’Kendalanya ada di kabel, karena posisinya ada di bawah jembatan. Agak sulit ketika memperbaiki, kadang sambungan kabel ada yang putus. Jadi, belum sampai mengganti komponen, karena di sana barang baru,’’ bebernya. (fid/jif/ang)
Editor : Anggi Fridianto