Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Sudah Dikeruk 300 Meter, Desain Pelebaran Jalan Provinsi di Jombang Mendadak Diubah Gegara Batal Gunakan Lahan PT KAI

Ainul Hafidz • Rabu, 4 Juni 2025 | 14:36 WIB
DIURUK LAGI: Pelebaran jalan provinsi di Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang batal menggunakan lahan PT KAI.
DIURUK LAGI: Pelebaran jalan provinsi di Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang batal menggunakan lahan PT KAI.

Radarjombang.id - Pengerjaan proyek peebaran jalan provinsi Jombang-Ploso tak berjalan mulus.

Ini setelah tiba-tiba ada perubahan desain lantaran batal menggunakan lahan milik PT KAI.

Bahu jalan sisi barat yang sebelumnya sudah dikeruk batal digarap.

Pantauan di lokasi, sisi timur jalan kini sudah dilakukan pengerukan. Tepatnya di selatan jembatan Sungai Ngotok Ring Kanal.

Semula, pelebaran rencana dilakukan di sebelah barat jalan menggunakan aset PT KAI.

Di lokasi itu sudah dilakukan pengerukan sepanjang 300 meter.

Hingga besi rel kereta api yang sebelumnya terpendam tanah nampak ke permukaan. Perkembangannya, kini sudah diuruk lagi.

Baca Juga: Proyek Pelebaran Jalan Provinsi di Jombang Bikin Jalanan Gelap, Petugas Berlakukan Buka Tutup Jalan

Berganti sisi timur yang dilakukan pengerukan. Arus kendaraan tersendat.

Antrean kendaraan mengular panjang.

Dikonfirmasi terkait itu, PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) Pemeliharaan Jalan dan Jembatan UPT PJJ Wilayah II di Jombang Dinas PU Bina Marga Jatim, Ariek Tri S mengakui, ada perubahan lokasi dalam pengerjaan proyek itu.

Tepatnya, di selatan jembatan Sungai Ngotok Ring Kanal. ”Tidak jadi di situ, karena dari awal perencanaan sudah begitu. Setelah lihat ke lokasi ternyata seperti itu (lahan PT KAI),” kata Ari.

Meski sudah dilakukan pengerukan, pihaknya koordinasi dengan pemilik aset.

”Ternyata harus ada sewa, akhirnya tidak jadi pelebaran di sebelah itu, sehingga ganti design,” imbuh dia. Sedangkan, anggaran untuk sewa lahan tersebut tidak ada.

”Misalnya tetap dipakai harus sewa ke PT KAI. Kami tidak ada anggaran untuk sewa,” ujar dia.

Karena pertimbangan itu, sehingga lokasi jalan yang dilebarkan diubah. Berada di sebelah timur. Saat ini sudah dilakukan pengerukan. ”Secara otomatis sekarang pakai timur semua,” kata Arik.

Sementara itu, Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul, menjelaskan, sudah ada tinjau lapangan sekaligus pertemuan dengan stakeholder terkait.

”Terkait jadi atau tidaknya menggunakan aset KAI kami belum konfirmasi lagi,” kata Rokhmad.

Namun demikian, hasil pertemuan terakhir sudah muncul beberapa opsi.

”Kami sampaikan, rel kereta api masih tetap, tidak boleh diangkat, dikeruk saja. Karena aset masih tercatat. Selain itu, ke depan ada semacam perikatan atau berupa kontrak,” imbuh dia.

Sebelumnya, proyek pelebaran jalan provinsi Jombang-Ploso mulai berjalan. Sepanjang 1,4 kilometer jalan bakal dilebarkan 3 meter.

Dimulai dari jembatan Sungai Ngotok Ring Kanal di Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang ke selatan hingga depan Pasar Ngrawan Tembelang.

Pengerjaan dilaksanakan PU Bina Marga Jatim ini ditargetkan akhir Desember tahun ini harus sudah selesai.

Data yang dihimpun dari laman https://lpse.jatimprov.go.id, Pemprov Jatim mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5,8 miliar untuk pembangunan proyek dengan nama paket Pelebaran Jalan Ruas Ploso - Bts.Kota Jombang. Pemilihan penyedia jasa melalui E-purchasing, dengan masa pekerjaan selama 180 hari dan berakhir pada 31 Desember 2025. (fid/naz)

Editor : Anggi Fridianto
#pelebaran jalan #batal #desain #Jombang #diubah #Pemkab Jombang #pt kai (persero) #PT KAI #pemprov jatim #provinsi