RadarJombang.id – Proyek pembangunan jembatan Gedung Kesenian Jombang dengan pagu Rp 2,7 miliar bersumber anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2025 belum siap dilelang.
Pasalnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang saat ini masih melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang.
Kepala Dinas PUPR Jombang, Bayu Pancoroadi, melalui Kepala Bidang Tata Bangunan dan Bina Konstruksi, Edy Santoso, mengakui, dokumen perencanaan sudah selesai disusun.
Rencana awal, dokumen itu akan dikirim ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdakab Jombang akhir Mei 2025 untuk dilelang.
’’Jadi memang agak molor. Rencana awalnya akhir Mei ini kita kirim ke PBJ,’’ kata Edy kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.
Salah satu alasannya, karena untuk sementara ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Dinkes Jombang.
Pertimbangannya, lokasi jembatan yang akan dibangun tak jauh dari kantor Dinkes.
’’Karena bersinggungan dengan Dinkes, jadi kami juga melakukan koordinasi dahulu,’’ imbuhnya.
Diperkirakan, Juni nanti dokumen baru dikirim ke Bagian PBJ Setdakab Jombang. ’’Akhir Mei sudah tidak mungkin, karena tanggal merah,’’ ujarnya.
Sesuai dokumen perencanaan, jembatan itu bakal dibangun terpisah. Antara pintu masuk dengan keluar.
Lebarnya masing-masing enam meter. ”Jadi jembatannya tidak full, dipisah antara masuk dan keluarnya,’’ terangnya.
Pemkab Jombang terus melengkapi sarana prasarana gedung kesenian. Tahun ini bakal dibangun jembatan sebagai akses keluar-masuk.
Pagu anggaran yang disiapkan Rp 2,7 miliar bersumber anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2025.
Gedung Kesenian Jombang dibangun sejak 2022. Menyedot anggaran Rp 3,7 miliar bersumber APBD 2022.
Tahun 2023, melengkapi sarana dan prasana atau fasilitas bagian dalam gedung kesenian dengan anggaran Rp 2,5 miliar bersumber Perubahaan APBD 2023.
Pada 2024 lalu pemkab juga melengkapi fasilitas, di antaranya pemasangan tempat lighting dengan anggaran Rp 350 juta. (fid/jif)
Editor : Achmad RW