Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Warga Jombang Harus Waspada, Cuaca Ekstrem Diprediksi Berlangsung hingga Akhir Mei

Achmad RW • Sabtu, 24 Mei 2025 | 13:50 WIB
Hujan lebat mengguyur Jombang, Jumat (23/5) pagi.
Hujan lebat mengguyur Jombang, Jumat (23/5) pagi.

Radarjombang.id - Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Jombang mengimbau masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan.

Pasalnya, cuaca ekstrem diprediksi masih akan berlangsung hingga akhir Mei.

”Dari data yang kami terima dari BMKG, memang cuaca ekstrem masih akan berlanjut setidaknya hingga 28 Mei 2025,” terang Plt Kalaksa BPBD Jombang Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas.

Ia menambahkan, sepanjang periode itu, Wiku menyebut hujan dengan intensitas tinggi masih akan melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur.

Tak terkecuali untuk Kabupaten Jombang.

”Prediksinya begitu memang, jadi kondisi cuaca masih akan cenderung hujan,” lontarnya.

Kondisi itu, disebutnya bisa berdampak ke sejumlah potensi bencana. Seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

”Jadi kita tetap memantau perkembangan lebih lanjut juga,” pungkasnya.

Terpisah, dari rilis yang diterima Jawa Pos Radar Jombang, BMKG Juanda memperingatkan terjadinya cuaca ekstrem hingga sepekan ke depan.

”Waspadai potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai petir/kilat, angin kencang, dan puting beliung di wilayah Jawa Timur yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi (banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang) pada periode 18-28 Mei 2025,” tulis Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Juanda Taufiq Hermawan dalam rilis tertulisnya.
Baca Juga: Waspada! 13 Makanan dan Minuman Ini Bisa Picu Asam Lambung Naik

Sesuai kalender saat ini masuk musim kemarau, Jawa Timur kini sedang dalam masa pancaroba sehingga potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi.

Selain itu, adanya pola belokan angin dan pertemuan angin di Laut Jawa, serta terdapat gangguan atmosfer berupa gelombang MJO dan gelombang Low yang diprakirakan akan melintas wilayah Jawa Timur, sehingga mengakibatkan peningkatan pertumbuhan awan-awan hujan yang intens.

”Selain itu, kondisi atmosfer lokal yang masih labil dan lembap dari lapisan bawah hingga atas di wilayah Jawa Timur mendukung untuk pertumbuhan awan Cumulonimbus yang cukup signifikan,” pungkasnya. (riz/naz)

Editor : Anggi Fridianto
#BPBD Jombang #kapan musim hujan datang #kapan musim kemarau berakhir #Jombang #kemarau #cuaca ekstem #penghujan