Radarjombang.id - Inisiden maut menewaskan 13 orang termasuk empat jajaran anggota TNI dalam kegiatan pemusnahan amunisi kadaluarsa di Garut.
Ternyata, lokasi yang dipilih merupakan pantai yang terletak di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut.
Pantai tersebut merupakan kawasan yang steril jauh dari permukiman warga.
Kawasan itu dijaga ketat ketika TNI sedang melaksanakan pemusnahan amunisi.
”Untuk lokasi jauh dari permukiman, karena dekat ke laut,” kata Camat Cibalong Dianavia Faizal seperti dilansir dari Antara di Garut, Senin (12/5).
Dia menuturkan, kawasan tersebut sering dijadikan lokasi peledakan bahan berbahaya oleh TNI yang tempatnya jauh dari pemukiman rumah warga. Jaraknya, seperti dari kantor kecamatan sekitar 8 kilometer, jarak yang cukup jauh dan aman bagi warga dari ancaman bahaya tersebut.
”Ke permukiman relatif ya, dari permukiman sebelah mana daerah Sagara, tapi dari kantor kecamatan ke lokasi tempat peledakan itu ada mungkin 8 kilometer,” terang Dianavia Faizal.
Dia menyampaikan, setiap ada kegiatan peledakan amunisi sering dari pihak TNI memberitahukan kepada kecamatan. Kemudian pihaknya menyosialisasikan kepada warga sekitar.
Kegiatan peledakan itu, kata dia, sudah menjadi rutin dilaksanakan, dan masyarakat juga sudah mengetahui juga terbiasa dengan adanya suara ledakan di daerah itu.
”Sudah menginformasikan apabila ada kegiatan jangan kaget, apabila nanti bangunan gedung bergetar,” terang Dianavia Faizal.
Editor : Anggi Fridianto