Radarjombang.id - Pasar Barongan Kali Gunting di Dusun Sanan Timur, Desa Mojotrisno Kecamatan Mojoagung menjadi salah satu ikon wisata menarik untuk dikunjungi.
Sejak dibuka 2022 lalu, pasar ini tetap eksis dengan sajian khasnya berkonsep tempo dulu.
Wisata ini menyajikan suasana pedesaan khas tempo dulu.
Sejak masuk di pintu depan, pengunjung akan diminta menukarkan uang tunai dengan alat pembayaran yang terbuat dari kepingan bambu.
Satu keping bambu, dapat ditukar dengan Rp 2 ribu. Keping bambu itu, nantinya digunakan untuk membeli makanan dan cemilan di dalam wisata.
Di Pasar Barongan, ada berbagai kudapanan dan cemilan yang dijual. Mulai jamu beras kencur, kopi rempah, legen, serta minuman tradisional lainnya.
Adapula kudapan bubur, gethuk, klepon, kelanting, serta aneka gorengan tempo dulu. Sementara itu, ada juga makanan berat seperti lontong sayur, bobor yuyu, sayur lompong/talas, maupun nasi jagung dan nasi tiwul.
Setiap buka, menunya beda beda tergantung pedagang yang berjualan disana.
Selain makanan, ada juga beberapa jenis UMKM yang dijual. Misalnya aneka kerajinan dari bambu, tanah liat, manik-manik kaca, serta batik pewarna alam khas Mojotrisno.
Namun, untuk dapat menikmati itu, mata uang yang digunakan transaksi bukanlah rupiah. Melainkan bambu yang dapat ditukar dengan nilai Rp 2 ribu per per keping.
Laily Ika, 32 salah satu pengunjung asal Jombang mengatakan, tertarik mengunjungi Pasar Barongan setelah membaca artikel di online.
”Ya tertarik setelah baca artikel online. Ini ingin mencicipi, kopi rempah,’’ ujar dia.
Menurutnya, konsep Pasar Barongan yang menyediakan makanan jadul dan kerajinan UMKM adalah konsep unik. ”Cukup unik, karena tidak ada di daerah lain,’’ pungkasnya.
Senada juga disampaikan, Wahyu Widodo pengunjung asal Kediri.
ia mengatakan, baru pertama kali ini berkunjung ke Pasar Barongan. ”Suasananya disini nyaman. Konsep tempo dulu kan jarang kita temui di tempat wisata lain,’’ ujar dia.
Kades Mojotrisno, Nanang Sugiarto mengatakan Pasar Barongan Kaligunting bukan sekedar wisata untuk mengenang tempo dulu. Lebih dari itu juga bisa mengenalkan potensi desa sekaligus mendorong perekonomian warga.
”Disini ada 15 pedagang yang semuanya warga kita. Setiap 2 pekan sekali ketika pasar Barongan buka mereka berjualan di lapak masing-masing,’’ ujar dia.
Makanan, minuman maupun kerajinan UMKM yang dijual adalah buatan warga sendiri.
Ia menilai, dengan adanya Pasar Barongan juga bisa mendorong perekonomian warga. ”Tentu ini bisa mendorong perekonomian warga,’’ jelas dia.
Dijelaskan, Pasar Barongan sudah diadakan sejak 2022.
Awalnya, Pasar Barongan diinisiasi atas usulan mahasiswa asal Surabaya yang melakukan penelitian. “Kemudian sampai sekarang terus berkembang dan eksis,’’ jelas dia.
Untuk dapat mengunjungi Pasar Barongan, pengunjung harus memperhatikan jadwalnya agar tidak kecele.
”Saat ini sesuai jadwal hanya kami buka dua kali dalam sebulan, yakni pekan pertama dan ketiga,’’ pungkasnya.
Ia mengatakan, Pasar Barongan Kaligunting berada di sebuah kebun barongan (bambu) milik warga yang disewa pihaknya.
Dulunyu, kebun tersebut tidak terawat namun kini bisa dimanfaatkan dengan baik. ”Ini kita rawat dan kita jadikan ikon desa,’’ tambahnya.
Pihaknya menambahkan, selain berburu kuliner dan UMKM, di wisata Pasar Barongan juga menyediakan aneka dolanan atau permainan tradisional yang dapat dimainkan para pegunjung dengan gratis.
Mulai egrang, balap bakiak dan lain-lain. ”Kita sediakan untuk melestarikan budaya tradisional,’’ jelas dia.
Dia mengatakan, konsep awal Pasar Barongan memang dikemas tempo dulu. Mulai makanan, UMKM hingga konsep disesuaikan dengan zaman dulu.
”Kita ingin memberikan konsep tempo dulu kepada pengunjung, termasuk alat penukaran yang kita gunakan,’’ pungkasnya. (ang)
Editor : Anggi Fridianto