Radarjombang.id - Berawal dari sebuah video viral yang beredar di media sosial, Tim Unit Penjinak Bom (Jibom) Sub Detasemen Gegana Polda Jatim mengevakuasi temuan tiga mortir di Jombang, Selasa (29/4).
Tiga mortir itu ditemukan Aris Gandes, 35 Dusun Bakalan, Desa Tampingmojo, Kecamatan Tembelang, saat memancing di wilayah sungai Brantas, Senin (28/4).
Awalnya, Aris berinisiatif membawa tiga mortir itu ke rumah karena dinilai membahayakan jika ditemukan oleh orang lain.
Kapolsek Tembelang, AKP Fadilah, menyampaikan telah menindaklanjuti temuan itu dan kemudian dilaporkan ke Detasemen Gegana Polda Jatim.
Tim Penjinak Bom (Jibom) akhirnya mendatangi rumah Aris untuk mengevakuasi tiga mortir tersebut.
“Tadi sore proses evakuasi ada petugas gabungan, baik dari Polres Jombang maupun dari Polda Jatim,” kata Fadilah kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Proses evakuasi berjalan lancar setelah penyimpan mortir yang juga merupakan penemunya koperatif menyerahkan mortir yang ditemukan.
Proses pemusnahan sendiri dilakukan di sebuah lahan kosong yang berada di Desa Kepuhdoko, Kecamatan Tembelang.
“Pemilihan lokasi ini karena dinilai tim penjinak bom layak untuk dijadikan lokasi pemusnahan. Terlebih lokasinya jauh dari pemukiman warga,” paparnya.
Fadilah memastikan proses pemusnahan berlangsung lancar karena dilakukan dengan sistem keamanan yang tinggi.
Petugas lebih dulu melakukan sterilisasi lokasi dan kemudian dimusnahkan tempat waktu magrib.
Tindakan itu, berawal dari video viral penemuan benda mirip bom mortar di pinggir Sungai Brantas, kawasan Kecamatan Ploso, Jombang, terungkap.
Pengunggah video itu adalah Aris (40), warga Dusun/Desa Tampingmojo, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang.
Senin 28 April 2025 kemarin, Aris menceritakan awal mula menemukan benda tersebut. Saat itu ia tengah memancing di pinggir Sungai Brantas. Situasi berubah ketika kail pancingnya tersangkut di sungai.
Ia kemudian berusaha meraih kail itu dengan turun ke pinggiran sungai. Saat itulah ia merasa menginjak benda keras.
“Saat saya turun ke pinggir sungai, kaki saya menginjak benda keras kayak besi. Nah saat saya lihat ternyata benda itu,” katanya.
(ang)
Editor : Anggi Fridianto