Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Larang Wisuda Purnasiswa, Gubernur Khofifah: Lebih Baik Gencar Sosialisasikan SPMB

Wenny Rosalina • Rabu, 26 Maret 2025 | 12:08 WIB

 

BERI KETERANGAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memberikan penjelasan terkait sekolah rakyat, Senin (10/3) sore.
BERI KETERANGAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memberikan penjelasan terkait sekolah rakyat, Senin (10/3) sore.

RadarJombang.id – Mendekati masa kelulusan kelas akhir siswa, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta sekolah mempersiapkan sebaik mungkin PPDB atau yang sekarang berganti menjadi sistem penerimaan murid baru (SPMB).

Sosialisasi harus gencar dilakukan agar sekolah benar-benar siap menerima murid baru dan menyiapkan kualitas pendidikan.

”Kita harus bersiap untuk PPDB, guru dan kepala sekolah harus melakukan persiapan sebaik mungkin,” kata Khofifah dalam safari Ramadan dengan keluarga besar Dinas Pendidikan Bakorwil Bojonegoro di SMKN 1 Jombang, Senin (24/3).

Mekanisme zonasi yang berubah menjadi domisili harus tersampaikan kepada calon murid baru atau calon wali murid.

”Ini harus terkonfirmasi kepada semua calon murid baru maupun calon wali murid, yang saat ini sudah mulai menjajaki sekolah-sekolah negeri,” jelasnya.

Menjelang kelulusan, Khofifah juga meminta kepada semua sekolah untuk tidak menggelar wisuda purnasiswa dengan cara bermewah-mewah dan memberatkan wali murid.

”Kalau harus mengeluarkan anggaran yang susah dipenuhi wali murid sebetulnya itu sudah tidak boleh dilakukan sejak dulu,” tegasnya.

Khofifah tak memungkiri jika momen perpisahan memberikan makna yang mendalam bagi calon alumni.

Kegiatan perpisahan tetap boleh dilakukan asalkan tidak bermewah-mewah dan berlebih-lebihan.

Inaugurasi misalnya, sekadar sebagai penanda telah menyelesaikan masa pendidikan jenjang SLTA baik negeri maupun swasta boleh dilakukan.

”Kalau anggaran di luar kemampuan orang tua, jangan!,” tandas Khofifah.

Menurutnya, memberikan kesan yang membekas pada perpisahan jenjang SMA/SMK juga penting.

Sebagai penguat ikatan alumni yang akan datang. Sebab, kekuatan alumni di satuan pendidikan yang kuat akan berdampak pada masa depan.

”Di World Class University, kekuatan alumni sangat luar biasa, misalnya salah satu alumnus SMKN 1 Jombang ada yang sukses di sektor apa, itu akan menjadi sangat penting, makanya inaugurasi juga penting, asal jangan berlebih-lebihan, bermewah-mewahan,” pungkasnya. (wen/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW
#khofifah #spmb #Jombang #Persiapkan #wisuda purnasiswa #Larang