Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Fasilitas Tak Lengkap, Pedagang Unggas di Pasar Pon Ogah Direlokasi ke Pasar Peterongan Jombang

Ainul Hafidz • Selasa, 25 Maret 2025 | 18:15 WIB
SEMRAWUT: Pedagang unggas balik kucing berjualan di sekitara Pasar Pon, Jombang.
SEMRAWUT: Pedagang unggas balik kucing berjualan di sekitara Pasar Pon, Jombang.

Radarjombang.id - Meski sudah direlokasi ke Pasar Hewan Peterongan, sebagian pedagang unggas kini memilih kembali berjualan di kawasan Pasar Pon Jombang.

Alasannya, fasilitas di Pasar Hewan Peterongan dinilai kurang memadai dan jadi satu dengan pedagang kambing.

Pantauan di lokasi Senin (24/3) pagi, pedagang rata-rata menjajakan unggas dengan sepeda motor dan sepeda angin.

Mereka berjualan mulai di depan pasar hingga di belakang area pasar.

Ngemper di bahu jalan. Beberapa lainnya menggunakan kendaraan roda empat berhenti di sekitar tempat pemotongan atau penyembelihan ayam.

Suratman, salah seorang pedagang unggas mengaku berjualan di kawasan Pasar Pon pagi hari saja.

”Pagi di sini (Pasar Pon) dulu, istilahnya jualan ngecer. Nanti pukul 07.30 jual di Tambar (Pasar Hewan Peterongan),” kata Suratman.

Selain persoalan penjualan, menurut Suratman, dia memilih kembali berjualan di Pasar Pon karena Pasar Hewan Peterongan dinilai kurang memadai.

”Sebenarnya sudah strategis, tapi di sana itu tempatnya kurang memadai,” imbuh dia.

Di antaranya, bergabungnya seluruh pedagang hewan jadi satu.

”Kurang memadahi maksudnya itu gandeng dengan kambing. Lalu ketika hujan tempatnya becek,” ujar Suratman.

Sedangkan di Pasar Pon, menurut dia, hanya pedagang unggas saja. Sehingga dinilai berpengaruh ke penjualan.

”Di Pasar Pon ini hanya lokalan, ketika jualan di sana itu mulai dari pedagang Mojoagung, Bareng, Mojowarno, sampai Peterongan pokji (jadi satu). Kalau masalah harga murah atau mahal sama saja,” kata Suratman.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang Suwignyo melalui Kabid Sarana Perdagangan dan Barang Pokok Penting Yustinus Harris Eko Prasetijo menjelaskan, seluruh pedagang unggas sebelumnya sudah direlokasi sebagai upaya pemkab melakukan penataan pasar.

”Mungkin juga masih ada yang jualan (di Pasar Pon), tapi yang jelas sebagai besar sudah pindah sejak lama ke Pasar Hewan Peterongan,” kata Harris.

Harris tak menampik, selama ini sudah melakukan koordinasi kepada seluruh pedagang. Karena kawasan tersebut dipergunakan pedagang berjualan.

”Jadi yang masih ada itu pedagang ayam yang tidak mau pindah, dan bisa juga itu pedagang luar yang bukan asli Pasar Pon atau pendatang,” imbuh dia

. Pihaknya juga kerap melakukan tindak lanjut ke Satpol PP Jombang. ”Kami sudah pernah satu kali bersurat ke satpol PP untuk menertibkan, besoknya mereka kembali berjualan di situ lagi,” kata Harris. (fid/naz)

Editor : Achmad RW
#unggas #Jombang #Pemkab #pasar pon #pedagang