RadarJombang.id – Proyek pembangunan jalan baru di kawasan utara Brantas Jombang menuju kawasan (KI) hingga kini belum ada kejelasan.
Sebagai langkah, pemkab Jombang kembali berkirim surat pengajuan ke pemerintah pusat dengan harapan pembangunan jalan yang direncanakan sepanjang 2 kilometer membentang dari Kecamatan Kudu hingga kecamatan Kabuh bisa dibiayai APBN.
”Jadi kami sudah membuat proposal dan dokumennya sudah kami kirim akhir Januari lalu, tindak lanjutnya seperti apa kami belum tahu,” kata Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi melalui Kabid Bina Marga Agung Setiaji, dikonfirmasi, Sabtu (22/2).
Tahun lalu pemkab sudah mengirim berkas. Namun, belum mendapat sinyal hijau dari pemerintah pusat.
”Rencananya kemarin memang lewat IJD (inpres jalan daerah), tetapi programnya tahun ini masih atau tidak juga belum tahu,” imbuh dia.
Dikirimnya berkas itu diharapkan seluruh pembangunan jalan baru itu didanai pemerintah pusat.
”Biarpun tidak tahun ini, tetapi dari surat yang sudah kami kirim bisa menjadi salah satu prioritas program pemerintah pusat untuk tahun depan. Karena, salah satu caranya dengan bersurat,” ujar Agung.
Sebab, untuk kebutuhan anggaran pembangunan jalan baru itu tak sedikit. Berdasarkan hasil perencanaan membutuhkan ratusan miliar rupiah.
”Hampir Rp 170 miliar, karena pembangunannya mulai dari nol,” tutur Agung.
Selain itu, jalan tersebut juga lebih lebar, mencapai 20 meter, dengan panjang 2 kilometer membentang dari wilayah Kecamatan Kabuh dan Kecamatan Kudu.
”Untuk lahannya informasi terakhir juga sudah siap,” kata Agung.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi menjelaskan, hingga akhir 2024, nasib pembangunan jalan itu memang belum ada kejelasan.
”Sampai hari ini belum ada signyal dari teman-teman BBPJN terkait kelanjutan ruas jalan ke kawasan industri,” terang Bayu (27/12).
Pihaknya menyebut, batalnya dibangun jalan itu di tahun 2024, disebutnya karena adanya adanya defisit pada APBN sehingga sejumlah kegiatan harus dievaluasi.
Saat disinggung apakah artinya rencana itu akan berlanjut di tahun 2025, pihaknya juga tak bisa memastikannya.
”Jadi rencana awal memang karena gagal di tahun 2024, akan dilanjut tahun depan. Namun, karena ada evaluasi lagi, jadi kita belum tahu apakah akan dilanjutkan lagi atau harus tertunda lagi,” tambahnya.
Pihaknya menyebut akan tetap menunggu pemerintah pusat untuk pembangunan jalan menuju kawasan industri itu.
Terlebih, kebutuhan anggaran untuk proyek jalan itu yang sangat besar, tak memungkinkan jika harus ditanggung dana pembangunannya oleh pemerintah daerah.
”Kami tetap berharap pembangunannya didanai semacam Inpres Jalan Daerah seperti proyek jalan sebelumnya nantinya,” pungkasnya. (fid/naz/riz)
Editor : Achmad RW