RadarJombang.id - Peristiwa keracunan masal yang menyasar 45 siswa SD Negeri di Kesamben Jombang direspons kalangan paguyuban PKL.
Mereka merasa tersinggung dengan pernyataan pihak sekolah yang menyebut jajanan yang membuat siswa keracunan berasal dari pedagang luar sekolah.
Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitar SDN Wuluh 1 Kecamatan Kesamben membantah berjualan jajan crabstick dan sticktofu yang menyebabkan 45 siswa keracunan.
’’Seandainya beli jajanan di PKL, bukan SDN Wuluh 1 saja yang keracunan karena teman-teman pindah-pindah jualannya,’’ kata Ketua Paguyuban Guyub Rukun Kecamatan Kesamben, Winarto, kemarin.
Dia mengatakan, PKL yang berjualan di depan SDN Wuluh 1 tidak ada yang berjualan stick tofu dan crab stick.
Sehingga crabstick dan sticktofu yang diduga jadi penyebab keracunan tidak dibeli dari PKL yang berjualan di luar sekolah.
Di luar SDN Wuluh 1, ada tujuh PKL yang biasanya berjualan. Ada yang jual sosis, papeda, es, siomay, terang bulan, mainan dan corndog.
’’Yang jualan ya pasti orang itu-itu saja,’’ jelasnya.
Winarto, menyebut selama ini telah membagi wilayah bagi PKL yang berjualan di sekolah-sekolah.
’’Yang ini berjualan di sini, lalu ke sini, itu sudah kami atur semua, berusaha agar semuanya bisa laris dagangannya,’’ terangnya.
Ia juga meminta kepada pedagang untuk tidak takut jika dilakukan pemeriksaan oleh puskesmas atau pihak sekolah.
Baca Juga: Geger! Puluhan Siswa SD Negeri di Kesamben Jombang Keracunan Massal, ini Penyebabnya
Sebab bahan baku yang digunakan berjualan juga dipastikan baru setiap hari.
’’Tidak ada yang berjualan adonan sisa kemarin, semua selalu baru. Saya minta kepada teman-teman untuk tetap berjualan dan tidak takut jika nanti diperiksa,’’ tegasnya. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW