Radarjombang.id - Keluhan warga Desa Pulolor, Kecamatan Jombang terkait pemasangan tiang internet yang dipasang asal-asalan ditanggapi Dinas PUPR Jombang.
Pemkab berjanji akan mengevaluasi dan memberi peringatan kepada provider yang memasang tiang tersebut.
Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti keluhan warga terkait keberadaan tiang internet yang dinilai mengganggu akses warga.
”Nanti kami evaluasi lagi dan kita buatkan surat peringatan terkait dengan kondisi tersebut,’’ ujar dia melalui Kabid Bina Marga PUPR Agung Setiaji, kemarin.
Ia menyampaikan, dalam memberikan rekomendasi pemasangan tiang internet, pihaknya sudah menentukan titik koordinat. Sehingga, setiap provider harus patuh pada titik tersebut.
”Kalau lokasi pemasangan harus sesuai titik yang kita tentukan,’’ tambahnya.
Disinggung terkait pemasangan tiang internet di Desa Pulolor yang diprotes warga pada Minggu (26/1) lalu, Agung mengatakan, jika pihak provider harus menempuh jalur komunikasi dengan warga dan pemdes setempat. Sebab, sesuai peraturan, izin hanya dilakukan di dinas PUPR saja. ”
Setelah kami cek, provider tersebut sudah izin ke kita. Jadi kalau terkait ada penolakan, ya harus ada komunikasi baik ke desa dan warga agar tidak ada gejolak di kemudian hari,” papar dia.
Agung mengatakan, untuk pemasangan tiang internet di bahu jalan kabupaten, pihak provinder hanya perlu mengantongi izin pemanfaatan ruang milik jalan.
Sedangkan, untuk izin desa dan lain-lain tidak ada.
”Karena yang dimanfaatkan ruang jalan kan di kami,’’ pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah warga Desa Pulolor,Kecamatan Jombang memprotes kegiatan pemasangan tiang internet (26/1).
Selain diduga belum berizin, pemasangan disebut asal-asalan.
Salah satunya, terpantau di Jl Kapten Pierre Tendean, Desa Pulolor, Minggu (26/1).
Tampak sejumlah tiang internet, baru saja dipasang beberapa waktu lalu.
”Pihak pemasang ini tidak ada sosialisasi, tahu-tahu langsung dipasang,’’ terang Solikan, ketua RT/RW 5.
Ia menyebut, pemasangan tiang yang dialukan provider internet melalui pihak ketiga diduga dilakukan asal-asalan.
Selain tidak ada pemberitahuan atau sosialisasi kepada warga, juga dilakukan secara sembunyi-sembunyi.
Misalnya saat malam hari ketika warga terlelap tidur. ”Ada yang dipasang malam hari, tidak menentu,’’ tambahnya.
Sebelumnya, aksi protes pemasangan tiang internet juga dilakukan warga Desa Tugusumberjo, Kecamatan Peterongan serta warga Desa Sambong, Kecamatan Jombang. (ang/naz)
Editor : Achmad RW