RadarJombang.id - Polisi mengungkap hasil otopsi pada jasad Septian Adi Febriansyah yang jadi korban pembunuhan di Barbershop Jombang.
Hasilnya, menunjukkan ada tiga luka fatal pada tubuh karyawan Indomaret itu sebagai penyebab kematiannya.
’’Otopsi sudah dilakukan pada Jumat (10/1), dan hasilnya sudah keluar. Ada tiga luka yang menyebabkan kematian, goresan satu di badan, luka tusuk ada dua, dileher dan dada akibat sajam, pisau lipat,’’ kata Kapolsek Jombang AKP Soesilo.
Dari pemeriksaan juga diketahui, meninggalnya korban memang karena luka tusuk.
’’Luka tusuk di leher itu membuat korban kehabisan darah hingga akhirnya meninggal dunia,’’ ungkapnya.
Hingga kemarin, polisi terus melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi.
Hingga Sabtu (11/1) siang, sudah ada empat orang yang diperiksa sebagai saksi dalam kasus duel maut di barbershop.
’’Saksi ada empat orang, kasir yang jadi saksi mata, serta beberapa orang yang ada di dekat lokasi dan mengetahui peristiwa itu,’’ ungkapnya.
Sementara E, 24, wanita yang diperebutkan korban dan pelaku, hingga kemarin belum dipanggil.
’’Pihak wanita belum, tapi pasti akan dipanggil juga sebagai saksi nantinya,’’ ucapnya.
Seperti diketahui, Septian Adi Febriansyah menjadi korban pembunuhan yang dilakukan Febri Wahyudi pada Kamis (9/1) malam di sebuah barbershop Jl Dr Wahidin Sudirohusodo, Sengon, Jombang.
Baca Juga: Cinta Segitiga hingga Video Syur Jadi Penyebab Pembunuhan Karyawan Minimarket di Barbershop Jombang
Pembunuhan dipicu masalah asmara dan cinta segitiga yang melibatkan keduanya dan E, 24, seorang wanita asal Kabupaten Kediri.
Korban marah karena pelaku sebelumnya mengirim video syur antara pelaku dan E ke ponselnya.
Keduanya sempat terlibat cekcok dan baku pukul di depan barbershop sebelum akhirnya Adi ditusuk Febri menggunakan pisau lipat di dalam barbershop tempatnya bekerja.
Polisi menetapkan Febri sebagai tersangka, dijerat pasal 338 KUHP subsidair 351 KUHP dengan ancaman hingga 15 tahun penjara. (riz/jif/riz)
Editor : Achmad RW