RadarJombang.id – Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyumbang kematian terbesar, tak terkecuali di Jombang.
RSUD Jombang mencatat, dalam setahun warga yang meninggal akibat penyakit jantung mencapai ratusan orang.
Sementara, dalam sebulan kunjungan pasien di Jombang dengan keluhan jantung mencapai 180 orang.
Direktur RSUD Jombang dr Ma'murotus Sa'diyah menyampaikan, penyakit jantung merupakan salah satu jenis penyakit yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Jombang.
”Ya penyakit jantung memang sangat tinggi risiko kematiannya,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang (30/12).
Dia mengatakan, jumlah rata-rata kunjungan pasien dengan keluhan penyakit jantung per bulan mencapai 165-180 pasien, dengan diagnosa terbanyak acut myocard infarction dan heart failure.
”Dengan jumlah rata-rata kematian per bulan 15-25 pasien, dengan penyebab kematian paling heart Failure,’’ tambahnya.
Dijelaskan, ada beberapa faktor yang membuat masyarakat terserang penyakit jantung.
Misalnya, disebabkan faktor makanan, faktor pola hidup maupun faktor-faktor komorbid yang disebabkan tekanan darah tinggi.
Ada pula fktor kolesterol tinggi, diabetes melitus, dan riwayat keluarga dengan penyakit jantung.
Ia mengimbau masyarakat lebih sadar untuk mencegah penyakit jantung.
Misalnya dengan menjaga pola makan, mengurangi makanan dan minuman manis, asin, dan makanan berkolesterol.
Selain itu, mengontrol istirahat dengan tidur cukup 6 sampai 8 jam sehari. ”Intinya tidak boleh begadang,’’ jelas dia.
Selain itu, olahraga rutin juga dinilai dapat mencegah risiko penyakit jantung. Namun, harus tetap memperhatikan kemampuan tubuh.
Tak kalah pentingnya segera memeriksakan ke dokter jika ada keluhan nyeri di sekitar dada.
”Jika ada keluhan nyeri dada tembus ke punggung atau sesak yang rasa menekan maka segera periksakan ke dokter,’’ tandasnya. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW