RadarJombang.id – Keluhan pengguna jalan terkait kerusakan jalan nasional di Kabupaten Jombang mulai ditindaklanjuti.
Sebagian lubang jalan mulai ditambal, meski masih belum merata. Di sejumlah titiknya, masih banyak lubang jalan dibiarkan menganga.
Beberapa pengguna jalan bahkan jadi korban kecelakaan akibat lubang jalan nasional di Jombang itu.
”Sudah banyak korbannya, mulai velgnya bengkok, ada yang jatuh, ada yang ban bocor juga,” terang Edi, 32, warga di lokasi, Kamis (19/12).
Pantauan Jawa Pos Radar Jombang di lapangan, kondisi jalan nasional di wilayah Kecamatan Peterongan, Kamis (19/12) masih banyak ditemukan permukaan aspal berlubang.
Beberapa bahkan dipenuhi genangan air. Seperti kondisi jalan nasional di wilayah Desa Mancar, Kecamatan Peterongan.
Lubang jalan ini belum ditambal. ”Penutupan belum seluruhnya, yang Keplaksari sudah, yang sini belum, masih banyak sekali dan dalam-dalam,” imbuh Edi.
Ia menyebut, kondisi jalan yang rusak dan berlubang itu sangat membahayakan pengguna jalan, terlebih karena berada di jalur cepat.
”Yang rusak rata-rata sisi kanan, tapi lajur sisi selatan, kalau yang lajur utara kan memang masih baru ya,” lontarnya.
Kondisi serupa juga terlihat di flyover Peterongan. Sejumlah di sejumlah titiknya bagian aspal mengelupas hingga membentuk lubang terutama di bagian sambungan.
Material pelat besi bahkan terlihat ke permukaan. ”Yang sudah diperbaiki cuma ujung-ujung saja, yang tengah masih banyak yang bolong, besi sambungannya juga mencuat,” terang Ulum, 40, warga di lokasi.
Kondisi itu disebutnya membuat pengguna jalan waswas. Karena seluruh kendaraan yang melintas di flyover Peterongan, memang cenderung harus berjalan cepat.
”Sudah banyak korbannya padahal, yang velgnya bengkok, ada yang jatuh, ada yang ban bocor juga,” imbuhnya.
Kondisi serupa, disebutnya terjadi di beberapa titik di timur flyover Peterongan. Baik di lajur selatan maupun lajur utara.
”Yang di depan pabrik karung itu juga besar-besar lubangnya, baik di sisi jalan ke Jombang maupun jalan ke Mojokerto sama rusaknya,” imbuhnya.
Dikonfirmasi terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.2 Provinsi Jatim dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur-Bali Siti Sekar Gondo Arum tak membantah adanya kerusakan itu.
”Baik, matur nuwun infonya segera kami tindak lanjuti,” terang sekar melalui pesan singkat yang dikirim ke wartawan.
Sekar juga menyebut, perbaikan jalan hingga kini dilakukan dengan menggunakan sistem patching alias penambalan jalan.
”Kami melakukan perbaikan jalan dengan 4 tim pekerja patching yang menyisir ruas jalan nasional . Mohon doanya agar cuaca mendukung dan pekerjaan perbaikan bisa berjalan lancar,” pungkasnya. (riz/naz/riz)
Editor : Achmad RW