Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Geger, BEM FISIP Unair Dibekukan Pihak Kampus Gegara Karangan Bunga Satire Untuk Presiden dan Wapres RI

Achmad RW • Senin, 28 Oktober 2024 | 01:40 WIB
Karangan bunga bernada satire untuk presiden dan wakil presiden RI ini bikin BEM FISIP Unair dibekukan pihak kampus
Karangan bunga bernada satire untuk presiden dan wakil presiden RI ini bikin BEM FISIP Unair dibekukan pihak kampus

RadarJombang.id - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Universitas Airlangga (Unair) dibekukan oleh pihak Fakultas.

Pembekuan BEM FISIP Unair itu karena dianggap menggunakan kalimat satire yang kurang sesuai dalam karangan bunga untuk ucapan selamat kepada Presiden dan Wakil Presiden terpilih Republik Indonesia saat pelantikan.

Pembekuan ini tertuang dalam surat nomor 11048/TB/UN3.FISIP/KM.04/2024 yang ditandatangani oleh Dekan FISIP Unair, Prof Dr Bagong Suyanto, Drs, M.Si, yang dilayangkan pada Jumat (25/10). 

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa tulisan dalam karangan bunga tidak mencerminkan etika dan kultur akademik di kampus.

Selain itu, pemasangan karangan bunga di halaman FISIP Unair dilakukan tanpa izin dan koordinasi dengan pimpinan fakultas.

Presiden BEM FISIP Unair, Tuffahati Ullayyah, mengakui bahwa pihaknya telah menerima surat pembekuan melalui email pada Jumat sore pukul 16.13 WIB.

Namun, hingga saat ini belum ada keterangan lebih lanjut atau proses diskusi dari pihak Dekanat.

"Kami hanya menerima email tersebut. Kami belum bertemu dengan Pak Dekan karena yang menandatangani surat pembekuan adalah beliau," ujar Tuffahati, dilansir dari Radar Surabaya Minggu (27/10).

Tuffahati menjelaskan bahwa pemasangan karangan bunga dengan unsur satir tersebut dilakukan sebagai bentuk kritik.

Ia menekankan bahwa BEM FISIP saat ini tengah mengawal isu Hak Asasi Manusia (HAM).

"Presiden saat ini memiliki track record yang buruk. Kami ingin menyampaikan kreativitas kami dalam bentuk satir melalui karangan bunga," ungkapnya.

Baca Juga: Mengenal Sosok Widiyanti Putri Wardhana, Pengusaha Cantik yang Jadi Menteri Pariwisata di Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo

Karangan bunga tersebut dipasang oleh BEM FISIP Unair pada Selasa (22/10) pukul 15.00 WIB di taman barat FISIP.

Kini, karangan bunga tersebut sudah tidak dipasang lagi di taman barat FISIP.

Tuffahati menyebutkan bahwa karangan bunga itu kini disimpan di dalam ruangan sekretariat BEM FISIP.

Menurut Tuffahati, di kampus tidak ada larangan bagi mahasiswa untuk berpikir kritis.

Namun, ia mengakui adanya tekanan dari dekanat untuk lebih berhati-hati mengingat momen politis saat ini.

"Biasanya, dekan dan dosen tidak pernah melarang kami untuk kritis. Mungkin karena momentumnya sangat politis, jadi kami diminta lebih berhati-hati," terangnya.

Ketika ditanya apakah pembekuan BEM merupakan bentuk pemberangusan terhadap kebebasan berbicara dan berekspresi, Tuffahati mengaku tidak bisa memberikan jawaban pasti karena belum mendapatkan keterangan lengkap dari Dekan FISIP.

"Entahlah, saya tidak bisa menjawab. Karena saya belum mendapatkan keterangan dari Prof. Bagong," ungkapnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai alasan pembekuan BEM FISIP Unair, Dekan Prof. Dr. Bagong Suyanto hanya menjawab singkat, "Senin."

Ia juga menyatakan bahwa akan ada pertemuan antara pihak perwakilan BEM dengan Fakultas.  (riz)

Editor : Achmad RW
#prabowo #gibran #wapres #BEM FISIP Unair dibekukan #Kampus #karangan bunga #satire #presiden