Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pemerintah Indonesia Bakal Bangun Tol Bawah Laut Menuju IKN, Ini Fungsinya

Magang • Senin, 7 Oktober 2024 | 00:10 WIB
Pemerintah bakal membangun tol bawah laut menuju IKN
Pemerintah bakal membangun tol bawah laut menuju IKN

RadarJombang.id - Pemerintah Indonesia berupaya membangun salah satu infrastruktur yang menjadi mega proyek di IKN yakni tol bawah laut atau immersed tunnel (IMT).

Jalan tol bawah laut ini tentunya menjadi yang pertama kali di Indonesia.

Pembangunan IMT ini rencananya akan direalisasikan pada tahun 2025 saat memasuki era Pemerintahan Prabowo.

Tol bawah laut ini akan dibangun sepanjang 1,85 km melintasi Sungai Sepaku.

Tujuan pembangunan tol ini mengarah pada perlunya infrastruktur konektivitas yang memudahkan akomodasi dan mempersingkat jarak tempuh masyarakat sekitar.

Seperti Balikpapan dan Samarinda yang dipisahkan oleh Teluk Balikpapan bila ingin menuju lokasi IKN.

Selama ini masyarakat Balikpapan yang ingin menuju wilayah Penajam Paser Utara yang menjadi lokasi IKN harus menggunakan kapal feri, speed boat, atau kapal klotok.

Tol laut dapat memangkas waktu penyeberangan sehingga akomodasi menjadi efisien dan efektif.

Pembangunan IMT di IKN merupakan salah satu bagian dari jalan konektivitas Jalan Tol sesi 4A dan 4B.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Rachman Arief Dienaputra menuturkan, struktur tol laut IKN mengadaptasi struktur tol laut yang pernah dibangun sebelumnya di negara lain seperti Korea Selatan.

"Pada prinsipnya IMT IKN mengadopsi teknologi serupa yang juga telah diterapkan di Korea Selatan dan Turkiye," papar Rachman Arief.

Struktur tol terdiri dari single box dengan total penampang 40,8 meter yang terbagi menjadi dua chamber.

Berdasarkan tol laut yang telah dibangun di negara lain, struktur menggunakan balok beton yang kedap air.

Chamber digunakan sebagai jalan lintasan dua arah berjumlah tiga lajur dengan lebar 16,25 meter.

Rachman menjelaskan, pembuatan lorong jalur lintas dilakukan dengan cara menenggelamkan segmen-segmen tunnel pada dasar sungai kemudian distabilkan dengan lockingfill dan backfill.

Bila tol bawah laut ini rampung, maka jalur lintas Balikpapan menuju IKN dapat ditempuh hanya dengan waktu 30 menit.

Keputusan pembuatan IMT IKN ini juga didasari perlunya peminimalan kerusakan lingkungan alami wilayah Balikpapan dan sekitarnya.

Meskipun sebenarnya sarana konektivitas dapat digantikan dengan pembuatan jembatan dengan biaya lebih rendah mengingat panjang Teluk Balikpapan hanya berkisar 5-7 km, pembuatan IMT dinilai lebih ramah lingkungan.

Pembangunan IMT tidak memerlukan pilar atau tiang layaknya membangun jembatan yang dapat merusak ekosistem bawah laut.

Wilayah Balikpapan memiliki zona ekosistem yang dihuni flora dan fauna endemik seperti Bekantan yang ada pada ambang kepunahan, selain itu merupakan wilayah penting tumbuhnya mangrove sehingga penting untuk tetap menjaga keseimbangan ekosistem.

Oleh karena itulah, pembukaan jalur tidak bisa dilakukan sembarangan.

Selain keistimewaan memperkecil risiko kerusakan lingkungan, pembangunan IMT dapat menunjang pertumbuhan sosial ekonomi.

Kerja sama dengan negara lain atau insinyur internasional juga akan menciptakan transfer knowledge kepada Indonesia.

"Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan pembangunan infrastruktur yang sesuai dengan kondisi geografis Indonesia di mana terdapat banyak sungai dan kepulauan," papar Rachman Arief.

Baca Juga: Proyek Jalan Milik pemerintah Pusat di Ploso Jombang Hingga Kini Masih Gelap

Meskipun demikian, tentunya pembangunan IMT atau tol bawah laut IKN ini membutuhkan biaya yang tidak murah atau fantastis.

Saat ini pihak pemerintah Indonesia sedang tahap proses menarik investor dan kerja sama negara lain.

Total kebutuhan dana dari pinjaman luar negeri, menurut Arief dapat mencapai 11,3 triliun rupiah. (Rediva Novalisty)

 

Editor : Achmad RW
#tol bawah laut #pemerintah #Indonesia #IKN