RadarJombang.id - Nama Muhammad Rizki Saputra mendadak jadi sorotan publik usai insiden kontroversial yang terjadi dalam pertandingan babak 8 besar cabang sepak bola PON XXI Aceh Sumut 2024 antara tim tuan rumah Aceh dan Sulawesi Tengah.
Peristiwa mengejutkan ini menjadi perhatian luas setelah Rizki melakukan tindakan kekerasan dengan memukul wasit Eko Agus Sugiharto hingga pingsan.
Pemukulan itu, menyusul keputusan penalti kontroversial yang membuat pemain tersebut kehilangan kendali.
Pertandingan yang berlangsung pada Sabtu (14/9) itu memang telah berjalan dengan tensi tinggi sejak awal pertandingan.
Kedua tim, bermain ngotot karena sama-sama bersaing ketat untuk lolos ke babak semifinal.
Namun, ketegangan memuncak di menit-menit akhir ketika keputusan wasit dianggap merugikan pihak Sulteng, memicu tindakan yang tak terduga dari Rizki.
Akibat serangan itu, wasit Eko sempat pingsan dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Profil Muhammad Rizki
Muhammad Rizki, dikenal sebagai gelandang dengan kemampuan teknik mumpuni, sering menjadi andalan timnya dalam berbagai kompetisi.
Berkat kemampuannya yang menonjol di lapangan, Rizki kerap menjadi pilihan utama baik di level klub maupun saat memperkuat tim daerahnya di PON.
Berdasarkan data dari Transfermarkt, Rizki terdaftar sebagai pemain dengan nomor punggung 10, posisi gelandang tengah.
Dia lahir di Palu pada 2 Mei 2005, yang berarti saat ini Rizki berusia 19 tahun. Meski usianya masih muda, Rizki telah menunjukkan potensi besar dalam kariernya.
Dengan tinggi badan 1,58 meter dan kaki dominan kanan, Rizki dikenal lincah dalam mengolah bola dan memiliki visi permainan yang baik.
Rizki telah memiliki pengalaman bermain yang cukup luas untuk pemain seusianya.
Dia mengawali kariernya dengan bergabung ke beberapa klub lokal, yang akhirnya membawa namanya dikenal di level nasional.
Kariernya semakin melejit setelah mendapatkan kepercayaan untuk tampil di PON XXI Aceh Sumut 2024 sebagai perwakilan Sulawesi Tengah.
Keikutsertaannya di ajang PON menjadi bukti bahwa Rizki adalah pemain yang dipercaya oleh timnya untuk bermain di kompetisi besar.
Rizki juga kerap menjadi pemain andalan di berbagai turnamen, baik di tingkat regional maupun nasional.
Selain bermain untuk klub, Rizki dikenal sebagai pemain yang berdedikasi tinggi dan memiliki semangat juang yang besar di atas lapangan.
Sayangnya, insiden di pertandingan melawan Aceh justru mencoreng kariernya yang sedang menanjak.
Nama Muhammad Rizki menjadi pembicaraan hangat setelah dia terlibat dalam insiden pemukulan terhadap wasit Ahmad Hafid Hilmi.
Kejadian tersebut terjadi pada menit ke-90+6, saat wasit memberikan keputusan penalti kepada tim Aceh.
Pemain Aceh yang terjatuh di kotak penalti memicu kontroversi, dan keputusan wasit untuk memberikan penalti langsung memancing kemarahan Rizki.
Rizki yang tak dapat menahan emosinya merasa keputusan tersebut sangat tidak adil bagi timnya.
Dia pun melakukan aksi yang tidak terpuji dengan memukul wasit. Akibat pukulan tersebut, wasit Eko Agus Sugiharto terjatuh dan pingsan di lapangan.
Pertandingan pun sempat dihentikan sementara untuk memberikan perawatan medis kepada wasit yang terluka.
Petugas medis dengan cepat masuk ke lapangan untuk memberikan bantuan, sementara Rizki langsung diusir dari lapangan akibat tindakan tak sportif tersebut.
Setelah wasit digantikan oleh wasit pengganti, pertandingan akhirnya bisa dilanjutkan.
Publik sepak bola kini menantikan bagaimana Rizki akan menjalani proses hukuman yang mungkin diberikan kepadanya, serta bagaimana dia akan bangkit dari kontroversi ini.
Apakah dia akan mampu memperbaiki citranya dan melanjutkan karier sepak bolanya dengan lebih baik, ataukah insiden ini akan menjadi batu sandungan bagi perjalanan kariernya? (riz)
Ralat: Redaksi merevisi foto pada artikel ini. Muhammad Rizki yang dimaksud bukan Muhammad Rizki pemain Persipal Palu. Redaksi mohon maaf atas ketidaktelitian ini.
Editor : Achmad RW