RadarJombang.id - Pengamat politik Rocky Gerung nyaris adu jotos dengan Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran, Silfester Matutina saat keduanya berdebat soal Pilkada 2024.
Insiden Rocky Gerung dan Silfester Matutina nyaris adu jotos saat debat soal pilkada itu terjadi ketika keduanya hadir sebagai narasumber di program televisi Rakyat Bersuara.
Dalam tayangan program bertajuk “Banyak Drama di Pilkada, Kenapa?” tersebut, tampak awalnya Rocky dan Silfester berdebat soal campur tangan Presiden Jokowi di Pilkada 2024.
Menurut Rocky, dirinya tak bisa berbicara soal cawe-cawe presiden di Pilkada lantaran menurutnya Silfester tidak mengerti soal pondasi berpikir.
“Bagaimana anda mau tagih saya soal cawe-cawe kalau pondasi saya bicara soal cawe-cawe anda nggak ngerti,” kata Rocky Gerung, dikutip terkini dari tayangan program debat tersebut yang tayang di kanal YouTube Official iNews, (4/9)
Merasa disindir, Silfester pun menegaskan bahwa dirinya hanya meminta bukti soal presiden campur tangan di Pilkada seperti yang diutarakan oleh Rocky.
“Sekarang yang kita perdebatkan mana bukti-buktinya?” tanya Silfester ke Rocky Gerung.
Lantaran tak bisa membuktikan terkait hal itu, Silfester pun menyindir keras sosok Rocky yang menurutnya tiap hari hanya menjadi pecundang.
“Rocky kamu tuh hidup menyakitkan, tiap hari jadi pecundang,” ucap Silfester Matutina.
Ia pun kemudian meminta kepada Rocky agar tidak membodoh-bodohi masyarakat dengan tuduhan soal presiden cawe-cawe di Pilkada.
Menanggapi sindiran Silfester itu, Rocky pun menilai bukan dirinya yang membodohi masyarakat melainkan Silfester yang mempertontonkan kebodohannya sendiri di hadapan masyarakat.
“Jangan bodohin masyarakat ini,” tegas Silfester.
“Mereka tidak mungkin saya bodohin, mereka tonton kebodohanmu,” timpal Rocky Gerung.
perdebatan itupun berlanjut dan mulai mengarah ke aksi saling sindir antar keduanya.
Silfester tetap ngotot meminta kepada Rocky perihal tuduhan akademisi tersebut yang menuding presiden ikut campur tangan di Pilkada 2024.
“Oh enggak, saya ngomong fakta dengan bukti yang valid. Anda ngomong dengan opini dan framing yang nggak bener buat bangsa ini,” ujar Silfester Matutina.
“Bagaimana saya mau ngajak anda berpikir kalau prinsip berpikir anda nggak tahu,” kata Rocky membalas ucapan Silfester.
“Nah ini manusia yang suka merendahkan orang ini, fitnah orang. Kerjanya yah memang begini, pecundang,” balas Silfester.
Perdebatan berlanjut ketika Silfester meminta Rocky menjelaskan bukti Presiden Jokowi cawe-cawe.
“Untuk membuktikan, perlu cara pembuktian,” kata Rocky dalam diskusi yang dihadiri juga oleh loyalis Anies Baswedan, Geisz Chalifah, Juru Bicara PDIP Chico Hakim, dan Ketum Prabowo dan Jokowi Mania Immanuel Ebenezer itu.
“Anda mau bukti yang kompleks atau parsimoni?” kata Rocky kepada Silfester.
Silfester mempersilakan Rocky memberikan bukti apa saja. Kemudian, Rocky menanyakan suatu prinsip hukum kepada Silfester.
“Sudahlah saya bukan mahasiswa baru yang Anda harus terangkan,” jawab Silfester.
“Kita kalau di pengadilan bro, enggak ada kita panjang-panjang kayak begini. Langsung mana buktinya, hakim akan minta itu,” sambungnya sambil menunjuk Rocky.
“Oke, Anda hakim ya, saya terangin. Buktinya namanya, pacta sunt servanda, tahu enggak istilah itu?” tanya Rocky ke Silfester.
“Saya bilang Rocky mana buktinya, karena kita ngomong presiden yang cawe-cawe,” kata Silfester.
Diketahui, pacta sunt servanda merupakan salah satu asas mendasar dalam perjanjian. Rocky mengatakan bahwa perjanjian harus diucapkan.
“Mana? Pasal pidana berapa yang presiden itu lakukan? Anda ini ngomong apa Anda ini?” tutur Silfester.
Dia meminta Rocky menyebut pasal berapa di undang-undang mana yang dilanggar Jokowi.
“Saya akan terangkan dengan dalil hukum, pacta sunt servanda. Pacta itu pet artinya perjanjian, sunt artinya jangan sampai, bener enggak? Salah,” kata Rocky sambil berdiri.
“Gimana mau saya terangin, dia sedungu ini,” kata Rocky.
“Bukan, saya mengiyakan aja yang kamu omong, dia hanya muter-muter enggak bisa bukti,” ujar Silfester sambil berdiri sambil menunjuk Rocky.
“Enggak ada ini manusia, ini manusia pecundang, yang sangat merugikan bangsa kita ini dengan kebohongan-kebohongan yang dia lakukan,” sambung Silfester yang sambil berjalan ke arah Rocky.
Silfester kembali menegaskan bahwa dirinya bukan mahasiswa Rocky.
Rocky pun berdiri mendekati Silfester. “You mahasiswa siapa? Profesormu siapa namanya?” ujar Rocky.
“Enggak perlu kau tahu. Yang sekarang ini, mana pasal-pasal yang dilanggar oleh presiden,” kata Silfester. Silfester pun emosi setelah disebut bodoh oleh Rocky.
“Eh kau, kau bodoh,” ungkap Silfester sambil berjalan mendekati Rocky.
Silfester pun memaki Rocky sambil menunjuk-nunjuk akademisi tersebut.
Rocky punya justru mendekatinya. Keduanya pun dilerai pemandu dialog tersebut Aiman Witjaksono.
(riz)
Editor : Achmad RW