Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Waduh! Jumlah Guru PPK yang Minta Mutasi dari Jombang Bertambah Jadi Delapan, ini Alasan Utamanya

Wenny Rosalina • Jumat, 26 Juli 2024 | 23:52 WIB
Ilustrasi  PPPK
Ilustrasi PPPK

RadarJombang.id – Jumlah guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja ( PPPK ) baru SMA/SMK dan SLB di Jombang yang mengajukan mutasi ke luar kota bertambah satu.

Kini ada delapan guru PPPK yang mengajukan pindah tugas ke sejumlah wilayah luar Jombang.

Alasan guru PPPK ini untuk mengajukan pindah, juga karena beragam alasan.

’’Tambah satu yang mengajukan pindah karena mengikuti suami ke Surabaya,’’ kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jombang, Sri Hartati, kemarin.

Setelah pengajuan, Cabdindik Jombang tidak serta merta mengusulkan pemindahan.

Mereka lebih dulu melakukan analisa. Hasilnya, memang ada kelebihan guru sehingga jam mengajar tidak memenuhi ketentuan minimal 24 jam sepekan.

Saat ini sudah ada delapan PPPK baru yang mengajukan mutasi untuk pindah ke luar Jombang.

Seluruh SK belum keluar, sehingga delapan guru masih mengajar sesuai SK yang diterima.

’’Semua bertugas sesuai SK. Di internal sekolah bisa ditata, kalau ada jam meski sedikit, ya tetap harus diberikan, atau diberikan tugas lain,’’ jelasnya.

Kondisi kelebihan PPPK tahun ini juga dialami semua kabupaten/kota di Jawa Timur. Sehingga ada penataan di setiap daerah.

Mayoritas guru yang mengajukan pindah adalah guru yang berasal dari luar Jombang.

Baca Juga: Nyantol di Awal Tahun, Ngrapel Akhir Tahun, TPP untuk PPPK di Jombang Tak Lancar?

Namun ada juga guru yang asal Jombang. Itu karena guru telah memiliki sertifikat pendidik.

Namun di Jombang tidak mendapatkan jam mengajar minimal 24 jam pelajaran yang linier dengan ijazahnya.

Padahal, itu menjadi syarat mutlak untuk pencairan tunjangan profesi guru (TPG).

’’Semuanya kami tawari, mau tetap di Jombang atau mengajukan pindah? Ada yang memilih pindah agar dapat jam mengajar yang cukup. Ada juga yang bertahan tetap di Jombang menunggu guru lain pensiun,’’ urainya.

Guru yang mengajar di bawah 24 jam pada mata pelajaran yang linier, atau sama sekali tidak mendapatkan jam mengajar pada mata pelajaran yang linier, dipastikan tidak dapat mencairkan TPG.

’’Setiap guru variatif, ada yang 12 jam pelajaran saja yang linier, sisanya kami berikan mata pelajaran yang tidak linier. Resikonya, jika memiliki sertifikat pendidik, TPG tidak bisa diajukan. Itu juga sudah sering kali kami umumkan, untuk jadi bahan pertimbangan,’’ bebernya. (wen/jif/riz)

 

 

Editor : Achmad RW
#Guru #Jombang #bertambah #mutasi #PPPK