RadarJombang.id - Dari ribuan jemaah haji asal Jombang yang kembali ke tanah air, sebelumnya ada satu jemaah yang masih tertinggal di Madinah.
Ia adalahMuhammad Chisom Sali Amirjo jemaah haji asal Dusun Sambisari, Desa Sambirejo Kecamatan Jogoroto Jombang.
Ia, tertinggal di Madinan karenamasih menjalani perawatan di Mouwasat Hospital Madinah.
Kepulangan jemaah kloter 61 tersebut belum dapat dipastikan karena masih dalam perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU).
Kepala Kantor Kemenag Jombang, Muhajir mengatakan, hingga Sabtu (13/7), kondisi kesehatan Muhammad Chisom Sali belum membaik.
’’Berdasarkan informasi yang kami terima, Pak Chisom dirawat di Mousawat hospital Madinah,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Karena kondisinya belum memungkinkan, jemaah tersebut belum diperbolehkan pulang.
Muhajir mengaku terus melakukan komunikasi intensif dengan pihak rumah sakit mengenai kondisi jemaah tersebut.
’’Untuk rencana kepulangan ke Indonesia masih belum tahu karena beliau masih di ICU,’’ terangnya.
Jemaah kloter 61 tersebut didiagnosa menderita serangan jantung dan pneunomia.
’’Ada beberapa gejala yang dialami, sehingga harus dirawat,’’ paparnya.
Selama musim haji 2024, ia melaporkan ada empat jemaah yang meninggal.
Pertama, Dewi Aminah Solikin, 86, warga Dusun/Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami sesak nafas, Minggu (16/6).
Kedua, Saeman Tarban, 72, warga Dusun Klampisan, Desa Tondowulan, Kecamatan Plandaan.
Ketiga, Djafar Achmad Sofyan, 77, warga Dusun/Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang. Keduanya, meninggal pada Senin (24/06).
Terakhir Sukirah, 62, asal Desa Kepatihan Jombang meninggal dunia saat dalam perjalanan pulang ke Jombang pada (9/7).
Jemaah yang meninggal dunia saat menjalani ibadah haji di Makkah dipastikan mendapatkan asuransi kematian dari Kemenag RI.
Besaran asuransi senilai satu kali biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) atau sekitar Rp 58 juta. (ang/jif/riz)
Editor : Achmad RW