RadarJombang.id – Sepinya Pasar Perak yang baru selesai diresmikan 2023 lalu mendapat respons ekonom Jombang.
M Thamrin Bey menilai, pemkab tak mau belajar dari persoalan serupa.
Sehingga, kini memunculkan persoalan baru yang sama persis.
’’Jombang ini sudah punya banyak pengalaman tentang persoalan pasar. Mestinya pemerintah daerah peka dengan hal itu,’’ katanya, kemarin.
Persoalan pasar yang sampai saat ini belum terurai di antaranya, pasar citra niaga (PCN) dan eks sub terminal Ngoro.
’’Jadi perlu studi. Keterlibatan pedagang dan mendegarkan konsumen itu penting. Tidak bisa asal bangun dan diminta untuk pindah,’’ ujarnya.
Banyaknya persoalan itu menurut Thamrin, tak dijadikan pelajaran pemkab Jombang.
Sehingga, bakal memunculkan persoalan baru.
’’Bisa jadi kajian atau perencanaannya dulu tidak mendalam. Misalnya, perlu ada proses diseminasi sebelum dibangun,’’ urai Thamrin.
Dia pesimistis pemkab bisa melakukan penataan kembali di area itu.
Alasannya, persoalan yang lama belum bisa dituntaskan, kini muncul problem serupa.
’’Kalau sudah begitu susah, karena sudah terlanjur dibangun. Pemerintah sendiri sudah mengeluarkan berapa miliar rupiah, lalu pedagangnya tidak mau menempati,’’ ujarnya.
Langkah penertiban menurutnya juga kurang efektif.
’’Ditertibkan itu menurut saya bukan penyelesaian yang arif. Karena dipindah sementara, besok-besok akan balik dan jualan lagi,’’ terangnya.
Langkah yang perlu dilakukan, pendekatan persuasif.
’’Kalau sudah terlanjur begini, mau tidak mau harus mengikuti atau paling tidak mengarahkan pola pikir pedagang. Jangan menggunakan pendekatan kekuasaan,’’ kata Thamrin.
Sebelumnya, banyaknya pedagang Pasar Perak yang meninggalkan kios dan lapaknya kemudian memilih jualan di pinggir jalan.
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang merespons dengan mencabut hak pakai puluhan kios lantaran pemilik kios tak mengindahkan peringatan. Ada sekitar 50 kios yang disegel.
’’Disegel. Yang berhak membuka Pemkab Jombang,’’bunyi tulisan dalam segel.
Saat dikonfirmasi, Kepala Disdagrin Jombang, Suwignyo, belum bisa memberikan keterangan banyak.
Baca Juga: Panel Nama Pasar Perak Jombang Tak Awet, Baru Selesai Dibangun Rontok
Pemkab saat ini masih berupaya melakukan penataan.
’’Kami sedang melakukan koordinasi dengan berbagai pihak,’’ kata Suwignyo.
Senada, petugas Pengolah Data dan Informasi Pasar Perak, Yusuf Hidayat, membenarkan perihal tindakan penyegelan yang dilakukan pemkab.
Penyegelan itu dilakukan terhadap sejumlah kios pedagang yang telah berbulan-bulan tidak ditempati berjualan.
Penyegelan dilakukan sejak akhir Juni lalu. ’’Sudah diberi waktu selama tiga bulan atau sampai Mei, agar pedagang kembali menempati lapaknya. Karena tidak diindahkan, akhirnya disegel,’’ beber Yusuf. (fid/jif/riz)
Editor : Achmad RW